Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin (Tere Liye) Ibarat manusia, dia mempunyai pemahamannya sendiri bahwa segala hal telah digariskan oleh sang Pencipta. Bahwa angin hanyalah salah satu sarana yg dikirim Tuhan untuk kemudian membuatnya menghentikan tugasnya menyegarkan sekelilingnya. Bahwa segala jenis variable lain dalam hidup hanyalah sarana yang menggariskan kemana tujuan kita selanjutnya. Begitupula manusia. Segala jenis pernikahan, perceraian, kehamilan, keguguran, perpisahan, kesuksesan, rizki, harta, ilmu, jabatan, jodoh dan yang lain sebagainya hanyalah tools dari Tuhan yang dikirimkan kepada manusia untuk melihat sejauh mana keyakinan manusia terhadap RabbNya. Sejauh mana kepasrahan dan seberapa baik penerimaan diri manusia terhadap takdir yang digariskan Allah. Apakah kemudian membenci takdirnya atau bahkan menyalahkan tools yg dikirim kepadanya. Meyakini dalam diri bahwa setiap cobaan yang datang adalah untuk mensucikan dosa-dosa kita, atau untuk membuat kita kembali kepadaNya karena Dia sungguh menyayangi kita. Di luar sana, banyak penderitaan manusia lain yang lebih dramatis dr ujian hidup kita. Oleh karena itu, mari bersyukur. Bersyukur atas segala hal yang Allah berikan kepada kita. Alhamdulillah ‘alaa kulli haalin. Segala puji bagi Allah atas segala jenis keadaan yang Ia berikan. Belajar menerima dengan cukup. Menerima kelebihan, pun menerima dengan baik segala jenis kekurangan. Bersyukur dan berserah dengan cukup. InsyaAllah hati kian lapang. Mari, belajar dari daun jatuh yang mengajarkan arti sabar. Mengajarkan bahwa dia menerima segala jenis garisan takdir dengan penerimaan yang baik. Biarkan tools yang datang kepada kita, melakukan kewajibannya. Tugas kita hanya sabar dan taat, bukan? #daunjatuh #daunjatuhtakpernahmembenciangin #tereliye #tereliyequote #judulnyaajaloh #tulisannyaaslitulisansaya #wkkwkw (at Widodaren, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B4Kem0cHgvS/?igshid=rfzph4tsx14v












