Postingan ini aku buat untuk diriku sendiri. Mohon jangan dihujat, atau dinyinyir. Hanya ingin mengenang, bahwa hidupku pernah di titik serendah ini. Tanpa kehadiran orang tua sebagai back up keuanganku karena mereka telah tiada.
Kondisi lagi lanjut sekolah, hanya bermodal beasiswa. Hanya mengandalkan hidup dari gaji. Beasiswa pun sudah turun september lalu, pertolongan Allah atas pernikahanku.
Selamat datang, di dunia pernikahan kata orang orang. Kehidupan di bulan kedua pernikahanku. Dengan laki laki pilihanku yang kali ini aku sadar penuh memilihnya termasuk konsekuensi kondisi keuangan seperti ini yang sudah pernah kuprediksi.
Allahu, ini bahkan baru tanggal 16, setengah bulan baru saja berjalan dalam 31 hari yang harus kujalani di bulan ini. Aku menikahinya dengan usaha dan cara serta niatan yang baik. Aku yakin dan percaya Allah pasti akan mengirimkan pertolongan dengan cara yang baik dari arah yang benar benar tak diduga. Min haitsu laa yahtasib bukan, sesuai janjiNya… 🌻
Kelak, saat dimana kami berdua mandiri secara ekonomi, kami pasti akan tersenyum dan mensyukuri berkali kali postingan ini. Bahwa ya, pernah, diusiaku yang sudah 36 tahun, aku pernah sangat seeeetipis ini 😊
Alhamdulillah bini'matihi tatimmush sholihaat, maasyaAllah tabaarakallah.
Udaaah, percaya aja kepadaNya. ☺️




















