FLU DI PAGI HARI
Musim ini sebenarnya lagi musim bedhiding (musim dingin biasanya pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau). Klo malam terasa dingin banget, pun pagi hari sampai sore cuaca dan hawanya enak tetap teduh dan dingin. Tapi entah kenapa malam itu terasa hangat saja hawanya, aku nyalakan kipas dinding yang menggantung di kamar. Biasanya Cuma sebentar ketika tidur aku matikan lagi. Tapi gak tau malam itu karena kulihat di jidat Radit keringetan aku nekat nyalakan kipas sambil kutinggal tidur.
Padahal aku tau banget klo nyalakan kipas bakalan seperti apa. Memang kadang serba salah kok pake kipas angin itu. Klo gak dinyalakan gerah dinyalakan masuk angin. Tapi bukan masuk angin yang kuterima tapi bangun pagi hidungku langsung meler. Flu berat dan bersin-bersin sepanjang pagi.
Aku lihat Radit masih baik-baik saja walau kadang kulihat dia bersin. Klo sudah seperti ini tak boleh kubiarkan. Langsung aku masak sayur sup daging untuk radit dengan bumbu kutambahkan jahe. Tapi klo aku kan gak mungkin dengan makan sup aja. Harus dengan minum obat baru bisa meredakan meler di hidung.
Karena kulihat dia sedang asyik main sepeda, aku titipkan radit ke mbahkungnya sedangkan aku segera bergegas membeli obat di toko yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Mumpung sudah ganti baju, kuputuskan mampir sebentar ke rumah temanku ambil pesanan ikat rambut korea. Selama perjalanan sudah gak enak, kepikiran anak. Tapi aku putuskan gas saja. Dari pada ngajak anak akan sedikit ribet, sendiri saja lebih cepat dan mudah.
Setelah semua selesai, aku langsung pulang. Dan benar saja begitu sampai depan pagar. Radit sudah menungguku sambil dipangku mbahkung. Dan ketika aku dekati nangis dong sejadi-jadinya. Karena merasa ditinggal.
Al hasil aku harus mengulang lagi. Keluar rumah dengan berpanas-panasan ngajak anak jalan karena terlanjur ngambek. Sepanjang jalan kuajak ngobrol aja. Buat mengembalikan moodnya biar kembali seperti semula. Sampai ngambeknya reda baru kuajak pulang.
Sampai rumah aku dimarahin donk. Gak dimarahin sih tapi di nasehati anak 3 tahun ini. Bunda kenapa beli makannya Radit, bunda harusnya Cuma beli obat flu saja, biar gak lama-lama. Oh iyaa nak maafkan bunda yaa... bunda salah. Bunda lupa klo ada anaknya bunda yang ganteng dan baik ini lagi menunggu bunda.
Aku memang selalu mengajarkan, anak untuk bisa menempatkan kata maaf pada situasi dan keadaan yang tepat sih. Orang tua gak selalu benar anakpun juga. Klo aku salah ya aku harus minta maaf. Aku rasa tidak masalah. Karena suatu saat dia juga akan mencontoh tindakan yang demikian ini. Asal kita konsisten saja mengajarkan ini kepada anak.














