Mengejar cahaya lalu mati... Demi apa? #deepthingking #laron #larondimusimpenghujan #demiapa (at Selong Lombok timur NTB)
seen from United States
seen from Hungary
seen from United States

seen from Moldova
seen from United States
seen from United States

seen from Estonia

seen from Russia
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Moldova
seen from Estonia
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Russia
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
Mengejar cahaya lalu mati... Demi apa? #deepthingking #laron #larondimusimpenghujan #demiapa (at Selong Lombok timur NTB)
hanyut
hei lihat, apa kamu pernah merasakannya. terlambat sekali hingga sempat melupakan... ini bukan seperti yang pernah kalian alami. seperti dingin nya hujan saat pertiga malam, nyaring suara detik jam dinding yang berjalan saat masih terjaga, nyaman nya selimut disaat dingin malam, memandang langit-langit kamar seolah melihat sesuatu... ini nyata ini dapat dirasakan langsung terlambat tapi dapat merasakan kembali. keterlibatan antara pikiran, perasaan dan emosi yang sangat jelas terasa
Berusaha Percaya
Aku berusaha percaya bahwa bahagia itu bukan jenis stok komoditas. Bahwa kebahagiaan tidak terbatas dan tidak dinilai dengan uang. Kalau kita percaya, bahagia ada di setiap sudut ruang, terselip di antara spektrum cahaya dan kadang bersembunyi di kegelapan total. Masalahnya adalah bagaimana kita memandangnya, dengan apa kita memandangnya, dan darimana kita memandangnya. Aku berusaha.
Analisis Zona Abu-Abu
Dear future, saya selalu bercita-cita untuk menjadi seseorang yang berprinsip. Dan disinilah mula terjadinya perkara. Ketika saya ingin menjadi seorang yang mengatakan sesungguhnya, kemudian saya terpaksa berbohong. Ketika saya ingin menjadi seorang yang tulus, kemudian saya merasa munafik. Ketika saya ingin menjadi penguasa zona hitam dan putih dimana segalanya jelas, saya terpuruk di zona abu-abu.
Sebenarnya zona abu-abu itu tidak nyaman, tapi aman. Zona abu-abu adalah tempat kita berpaling dari segala kekurangan, hal memalukan dan mengerikan di sela-sela kehidupan. Tidak ada yang pernah menuntun kita menuju zona abu-abu. Mereka hanya menyeret alam bawah sadar ketika kita lengah. Namun, adakah yang dapat kita temukan di sana?
Hal pertama yang mungkin mendorong untuk menuju zona abu-abu adalah ketidak cocokan, berbeda sudut 180 derajat. Berbeda pola fikir. Berbeda bahasa. Itu sisi penolakannya saja. Masih ada sisi yang menyeret penyebab terjadinya zona abu-abu. Dapat melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan. Mempunyai apa yang kita punyai. Bukankah mereka bilang kita harus saling mencocokan dan melengkapi?
Hal kedua. Masih ada jangkar yang tertaut di zona mimpi lampau. Tidak akan bisa lepas semudah itu. Semua butuh proses. Dibalik itu ada keinginan untuk maju. Ada harapan untuk membuka lembar baru. Harapan untuk cinta, tanpa tau kejelasan ada tidaknya cinta disini.
Hal ketiga adalah tentang inisiatif. Tidak pernah ada lelaki yang mau berinisiatif mengenai hal ini jika berurusan dengan saya. Sebegitu banyakkah bagian diri saya yang meragukan? Mungkin ini urusan lain, yaitu masalah dengan diri saya sendiri. Padahal seperti yang kita ketahui. Inisiatif adalah prekursor penting ada tidaknya niat.
Dari seluruh hal tersebut, klimaksnya adalah keputusan. Tidak ada faktor yang memberatkan disalah satu sisi, sehingga terjebak dalam zona abu-abu. Tidak ada motivasi yang cukup untuk mendorong meneruskan jalan. Tidak ada prioritas yang bisa diandalkan untuk memilih sesuatu. Namun juga tidak ada alasan untuk berpaling mundur kebelakang. Dan inilah mengapa masih terjebak dalam zona abu-abu.