Ketika Hati yang Patah Jatuh Cinta.
Hati. Tidakkah kau lelah jatuh hati? Padahal kau saja belum tentu mampu berdiri lagi. Dan, Hati. Belumkah kau jengah mencintai? Walau sampai kini, miliknya tidak juga menepi. Semakin hari, semakin bertambah berkas senyumnya yang kau curi secara sembunyi-sembunyi; Senyum merah jambu yang menjadi sebab warnamu merona malu. Menurutmu aku bahagia? Tidak. Aku justru semakin terjerembab dalam liang kesemuan. Dia terlalu jauh, sangat dan selalu. Kita berseberangan. Kenyataan yang mengatakan begitu. Hati yang patah ini belum menemukan pengaitnya. Hati yang patah ini sudah terlanjur mengeropos digerogoti waktu. Dan ketika hati yang patah ini jatuh cinta. Aku bisa apa?
Masih dengan Senyum Penuh Warna, Pelangi. 9:18 pm. Sunday. January 24. 2015.











