Yang mungkin tidak pernah mengenal sosok seorang ayah semasa hidupnya.
Yang mungkin merindukan kehadiran ibunya.
Yang mungkin berada dalam keluarga tak selalu bahagia atau bahkan tak pernah bahagia.
Yang mungkin pernah dilecehkan oleh keluarganya, kekasihnya, temannya, atau bahkan orang asing yang tak pernah dia kenal sebelumnya.
Yang mungkin berkali-kali patah hati lantaran tak secantik perempuan lainnya.
Yang mungkin selalu sendirian dan terlupakan.
Yang mungkin pernah mencoba mengakhiri hidup karna beban terlalu berat dipikul.
Yang mungkin cita-citanya kandas karna keadaan.
Yang mungkin selalu diremehkan, dianggap tak mampu, dipandang tak sepadan.
Yang mungkin cintanya tak terbalaskan.
Yang mungkin sudah memberikan seluruh cintanya, tapi tak pernah memiliki cinta untuknya.
Yang mungkin pernah disakiti kedua orang tuanya.
Yang mungkin pernah dirundung teman-teman sebayanya.
Yang mungkin merasa hidupnya tak pernah aman.
Yang mungkin pernah diperas orang-orang terdekatnya.
Yang mungkin selalu disingkirkan lantaran tak memenuhi standar "kecantikan".
Yang mungkin harus bersusah payah banting tulang demi menafkahi keluarganya.
Yang mungkin sampai lupa makan dan tak sempat merebahkan badan karna harus mengurus anak-anaknya sendirian.
Yang mungkin tak dihargai pasangannya, namun tetap memilih bertahan.
Yang mungkin setiap bulan harus menahan sakit.
Yang mungkin tak memiliki kesempatan mengandung seorang anak.
Yang mungkin saat ini sedang berjuang bertahan hidup.
Yang mungkin harus menanggung malu karna kesalahan masa lalu yang tak pernah bisa terhapuskan.
Yang mungkin melupakan keadaan dirinya sendiri karna waktunya sudah habis untuk memikirkan kebahagiaan orang lain.
Yang mungkin merasa sangat lelah, namun harus berpura-pura kuat.
Yang mungkin saat ini hidupnya hancur tak beraturan.
Kamu tidak rusak, kamu tidak cacat. Kamu sempurna, kekuatanmu menyempurnakanmu. Tak perlu memiliki sayap dan tak harus menjadi malaikat untuk terlihat indah. Senyummu indah, tatapanmu hangat, tak peduli berapa berat badanmu, dalam sakit maupun sehat, tak mengurangi sedikitpun kadar cantik dan pesonamu.
Tidak semua perempuan bisa melewati ini. Tak peduli seburuk apapun masa lalumu, sehancur apapun mimpi-mimpimu, seremuk apapun hatimu, sebanyak apapun hambatan dalam hidupmu, kamu masih bisa tersenyum saja sudah lebih dari cukup.
Memaafkan keadaan dan berdamai dengan hidup bukanlah pekerjaan yang mudah, namun kamu masih bisa membuka matamu sampai hari ini, melangkahkan kakimu melewati waktu, mendongakkan kepala meski bahumu kepayahan menahan beban. Kamu hebat.
Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah memenangkan banyak cobaan. Terima kasih sudah memutuskan untuk tak cepat menyerah.
Tetaplah menjadi dirimu yang sebenarnya. Tak perlu berusaha menjadi orang lain, hidupmu sudah melelahkan, jangan menambahnya dengan berbagai tekanan dan tanggung jawab hanya untuk menyenangkan orang lain. Kamu sudah cukup hebat.
Kepada kamu, perempuan-perempuan hebat. Mari bertahan bersama, mari menjadi kuat bersama.
8.49 am. Tue, 7 January. 2020