Cerita Ramadhan #4
Jangan asal bercerita di sembarang tempat dan sembarang orang.
Nasehat itu mungkin cocok buatku, atau bahkan buat semua orang. Setiap perasaan, keluh kesah, hingga sebatas informasi pun kita harus mampu memilih kepada siapa akan bercerita. Tak semua orang bisa dipercaya dan tak semua tempat layak dijadikan sarana untuk menyampaikan keluh kesah.
Sebab kini tembok pun mampu berbicara.
Kekecewaan akan hadir ketika cerita yang disampaikan disebarkan dengan mudahnya kepada orang lain, dan juga ketika seseorang yang kita percaya dan kita harapkan ternyata tidak mampu memberikan waktu dan telinganya untuk menampung cerita yang menumpuk. Kadang, mereka mampu memberikan waktu tapi tidak fokus dalam mendengarkan. Atau mereka telah siap dan fokus menyimak, namun tak memberikan respon baik seperti yang kita harapkan. Pada akhirnya, harapan untuk merasa lega tidak terwujud dan justru ditambah perasaan kecewa serta menyesal karena telah bercerita kepadanya.
Sebab itulah, kebanyakan memilih diam memendam segala rasa dalam hati. Hingga membiarkannya sembuh dengan sendirinya, atau menumpuk bagai gunung es di tengah lautan.
Kepada siapapun kamu yang telah dijadikan tempat berkeluh kesah, dengarkanlah dan berilah respon yang baik serta menenangkan. Sebab tak semua orang mampu mengungkapkan, pun tak semua orang dipercaya untuk mendengarkan.
.
Kamis, 9 May 2019 (4 Ramadhan 1440 H)













