Kisah Orang-Orang yang di Bela Allah
(Part 1)
Kisah Ali dan Fatimah menjadi pembuka dibagian ini. Menarik! Bayangkan kalo kita ada di posisi Ali, ya pasti lebih 'kalang kabut' gak karuan. Dari kecil udah dekat dengan Fatimah yang sepupuan. Sampai timbul perasaan dari keduanya tanpa saling berucap lisan ataupun memperlihatkan dari perilaku. Nah loh, zaman now masih ada gak ya?
Ali dan Abu Bakar disebutkan sebagai sahabat Rasulullah saw yang tidak pernah tersentuh kemusyrikan, kemaksiatan. Sampai pada suatu ketika, Abu Bakar datang menemui Rasulullah saw untuk meminang Fatimah. Ali gelisah, tapi ia berfikir memang cocok sih sepadan antara putri Rasulullah dengan sahabat terbaik Rasulullah..
Tapi ternyata Fatimah menolak. Ali tenang. Namun kegelisahannya diuji kembali dengan datangnya Umar bin Khattab kepada Rasulullah. Gak kebayang saya mah kalo jadi Ali gimana ya? Hhe.
Untuk kesekian kalinya Ali gelisah. Tapi Umar ditolak oleh Fatimah, ia bilang sudah ada sosok lain dihatinya dan ia sedang menunggu sosok itu.
Ada kelegaan di hati Ali, tapi juga gelisah. Sosok Abu Bakar dan sekelas Umar pun ditolak, apalagi dia yang bukan apa-apa, terus berkecamuk. Sampai para sahabat pun menyarankan Ali untuk mencoba datang memimang. Kalau di buku Salim A Fillah, penggambaran sosok Ali yang gemetar gugup dijelaskan disana. Saat Ali datang, Rasulullah saw menyambut Ali dan mengatakan "Ahlan wa Sahlan". Ahlan saja sudah baik, ini ditambah wasahlan.. MasyaAllah.
Saat ditanya oleh Rasulullah saw, apa yang kamu punya di rumah untuk dijadikan mahar. Ali menjawab, kuda, baju perang, dan pedang. Kuda dan pedang tidak mungkin dijadikan mahar, karna untuk berperang. Maka Ali memberikan mahar baju perang kepada Fatimah. Bahkan ada riwayat yang menjelaskan bahwa Allah telah menikahkan Ali dan Fatimah.
Ya Allah, dinikahkan nya saja oleh yang Maha Cinta. Terharuuu.. Dengan penjagaan Ali dan Fatimah, luar biasanya Ali dalam memberikan mahar terbaik, dan ikhlasnya seorang Fatimah dalam menerima mahar Ali, juga cinta keduanya yang sampai tidak diketahui oleh siapapun tapi mengguncang Arsy nya Allah.
Lantas kita yang bukan seorang Ali ataupun sekelas wanita seperti Fatimah bagaimana?
(Bersambung dulu ya, nantikan dgn tokoh-tokoh lain yang di bela Allah)
Bandung, 24 November 2017














