Karena terkadang bukan hanya tentang niatan dan kesempatan yang membuat seseorang berbuat jahat. Tapi juga tentang kesabaran menunggu sesuatu dengan benar, dan rasa bosan menjadi seorang yang selalu terabaikan.
Dicho Bima, sedang bijak.
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Pakistan
seen from Russia
seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen
Karena terkadang bukan hanya tentang niatan dan kesempatan yang membuat seseorang berbuat jahat. Tapi juga tentang kesabaran menunggu sesuatu dengan benar, dan rasa bosan menjadi seorang yang selalu terabaikan.
Dicho Bima, sedang bijak.
Ingatlah. Apa yang kau tanam, itu yang kau petik. Jadi tanam sebaik-baiknya, rawat dengan baik. Walaupun kau tidak terlalu suka, atau itu bukan yang kau mau, mungkin itu adalah yang kau butuhkan. Itu jalan yang ditunjukkan Tuhan. Jalani, berjuang, berdoa, bersyukur, bahagia!
Dicho Bima, mengingatkan.
Jika seseorang bertanya kepadaku hal apa yang paling sulit dilakukan di dunia, jawabannya merelakan. Merelakan yang benar-benar rela; yang tak menimbulkan rasa kecewa ketika terungkit secara tidak sengaja.
Dicho Bima, mencoba rela.
Ini bukan akhir. Ini belum berakhir. Ini tak akan berakhir. Setiap perpisahan berujung pada pertemuan yang lebih baik.
Dicho Bima, 2013, saat perpisahan SMA.
Tersenyumlah. Bukan untuk menutupi sedihmu, tapi untuk mendatangkan bahagiamu.
Dicho Bima, yang terpesona senyummu.
Langit menangis sejak tadi. Semenjak mentari tak lagi menemani. Semenjak senja meninggalkannya sendiri. Serupa hati yang ditinggalkan sendiri dalam sunyi.
Meski begitu, bukankah nanti perginya mentari dan senja akan terganti? Oleh gemerlap bintang dan indahnya rembulan yang datang ketika langit merasa gelap gulita. Serupa hati yang bahagia kembali.
Dicho Bima, menikmati tiap rintik yang menari.
Jalan pikiranmu itu yang membuatku jatuh tak bersisa. Serupa tanda tanya yang mengakhiri kalimat dengan penuh praduga. Serupa tanda tanya yang tak terlihat ujungnya.
Dicho Bima, yang selalu dibiarkan penuh tanya.
Apa yang lebih syahdu dari malam hari setelah hujan, dimana nyanyian katak bersahutan dengan lantunan nada jangkrik mengisi pendengaran?
Mengantarkanmu kembali ke peraduan untuk mengakhiri hari dengan tenang.
Dicho Bima, bersiap ke peraduan.