Terima Kasihku Padamu dan Maafku Kepada Tuhan yang Kau Yakini
Untukmu yang sempat hadir beberapa bulan belakangan, terima kasih telah menemani sedikit proses menuju mimpi yang sedang ku tuju.
Meski tak ku minta pada Tuhan, tapi hadirmu sungguh aku syukuri. Entah pada pertemuan yang membuatku selalu menantikanmu atau akhir yang sungguh mengenaskan tapi menyelamatkan kita berdua.
Lewat tulisan ini, aku ingin mengabadikanmu sebagai tanda terima kasih atas segala baikmu.
Terima kasih ku kepada kehadiranmu meski pada akhirnya berubah menjadi permohonan agar aku mampu mengikhlaskan mu pergi dan hilang selamanya.
Kini tak ada pertemuan lagi yang kuharapkan setelah berkali-kali ku meminta kesempatan kepada semesta untuk tetap berada di sisi mu.
Ku ucapkan terima kasih kepada mu, pemilik kopi enak yang sudah memberi warna baru setelah 4 tahun aku menyimpan dengan sangat baik cintaku. Setelah 4 tahun, aku benar-benar tak memberikan hati ini kepada siapapun sampai hadirmu menjadi alasan kuat untuk ku beri kesempatan.
Sayangnya, aku lupa memastikan apakah kau sanggup untuk menerima cinta dari ku atau masa lalu yang membuatmu merasa lengkap itu masih kuat terpatri dalam hati mu yang paling dalam.
Sayangnya, aku kalah telak. Tapi, tidak masalah. Senang bisa bertemu dengan mu, pemilik kopi enak.
Selamat melanjutkan perjalananmu.
Perjalanan panjang menuju mimpi yang selalu kau semogakan dalam hatimu.
Sampaikan maafku pada Tuhan mu karena sempat lancang untuk bersamamu padahal kiblat kita berlawanan. Maaf karena sempat memaksa meminta umat-NYA kepada Tuhan yang kupercaya.
Di bawah langit dan dipelukan bumi yang sama, semoga semesta merestui perpisahan ini. Agar kita tak lagi bersinggungan. Agar tak ada lagi luka yang harus ku obati sendiri. Agar tak ada lagi sujud dan tangisan yang mengiringi permohonan untuk menghapus perasaanku padamu.
Selamat berbahagia di manapun anda berada, tuan pemilik kopi enak. by Fritsa











