Bagi orang-orang yang sedang berjuang diluar kota tempat tinggalnya, pulang menjadi hal yang sangat dirindukan. Berjuang mencari ilmu, berjuang mencari rejeki, atau perjuangan-perjuangan lain yang memerlukan pengorbanan untuk tidak pulang.
Dulu, semasa kuliah Saya termasuk orang yang jarang pulang. Meskipun jarak dari kampus ke rumah masih bisa di bilang dekat, hanya butuh dua jam perjalanan dengan menggunakan bis umum. Sibuk, katanya. Bukan hanya sibuk dengan tugas kuliah, tapi juga sibuk dengan organisasi yang memang sudah biasa Saya geluti sejak SMP.
Dulu, kalau ada teman yang pulang setiap minggu, Saya suka meledek ‘Ah kamu udah pulang lagi aja. Ngapain sih pulang. Haha’. Saya heran, memang apa salahnya sih tidak usah pulang. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan selain hanya diam di rumah.
Dulu, tidak pulang di hari Sabtu dan Minggu bagi Saya tidak menjadi masalah. Masih ada banyak hal yang bisa Saya lakukan di kampus. Atau hanya sekedar jalan-jalan di sekitar Kota Bandung juga sudah cukup membuat Saya puas.
Sekarang, Saya sebaliknya. Saya termasuk orang yang paling sering pulang. I don’t know why. Lebih sering rindu pulang dari sebelumnya, padahal belum setahun Saya berjuang sendirian disini. Jarak tempuh kerumah juga sudah berubah. Lebih jauh dari tempat Saya dulu berjuang mencari ilmu.
Sekarang, kamar kost Saya adalah kamar yang selalu kosong di hari Sabtu dan MInggu. Sekarang, Saya yang menjadi ledekan karna sering pulang. Dan sekarang, rasa heran Saya juga berubah, menjadi memang apa sih salahnya kalau pulang. Mungkin. Mungkin Saya merasa Insecure sekarang. Karena berjuang mencari ilmu, ternyata berbeda dengan berjuang mencari rejeki.
Untuk orang-orang yang sedang berjuang. Tidak apa-apa kalau sering rindu pulang. Pulanglah kalau ada kesempatan. Semoga perjuangan kita selalu di berkahi. Ganbatte!