Pemantik
Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di negara ini. Mahasiswa merupakan ‘benih-benih’ bangsa yang memiliki potensi, posisi, serta peran tersendiri. Sebagai masyarakat sipil terpelajar, mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar bagi bangsa ini, namun, apakah mereka siap? “Senjata api tanpa peluru hanyalah sia-sia.”. Pengandaian ini sangatlah tepat bagi dua frasa yang berkaitan, yaitu mahasiswa dan bekal dari mahasiswa itu sendiri.
Bekal? Ya, bekal mahasiswa untuk memenuhi tanggung jawabnya sangatlah penting. Tinjau kembali saat identitas ‘mahasiswa’ ini muncul, bukankah sebelumnya ia hanyalah ‘siswa’? Definisi mahasiswa tidak sesederhana siswa yang telah memasuki institusi perguruan tinggi saja, namun terdapat tanggung jawab besar dibalik kata ini. Perguruan tinggi memiliki kewajiban yang dituliskan dalam ‘Tri Darma Perguruan Tinggi’. Secara singkat, isi kewajiban tersebut adalah Pendidikan-Riset-Pengabdian Masyarakat.
Tentu saja bekal yang dimiliki seorang siswa tidaklah cukup untuk memenuhi tanggung jawab seorang mahasiswa. Seorang siswa yang kini telah menjelma menjadi ‘embrio’ dari mahasiswa atau biasa disebut ‘mahasiswa baru’ membutuhkan sarana untuk mengaktualisasi diri, sarana transisi atau peralihan identitas dari siswa menjadi mahasiswa.
Proses transisi atau peralihan ini sangatlah penting bagi mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya Institut Teknologi Bandung (ITB). Sarana aktualisasi diri di KM ITB untuk mahasiswa baru adalah KAT. KAT merupakan singkatan dari Kaderisasi Awal Terpusat. Terdapat 3 kata dasar penyusunnya, yaitu ‘Kaderisasi’, ‘Awal’, dan ‘Terpusat’. Kaderisasi memiliki makna penurunan nilai-nilai dengan tujuan tertentu. Sedangkan kata ‘Awal’ dalam KAT memiliki makna seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Lalu ‘Terpusat’, hal ini dilatarbelakangi karena perbedaan karakter setiap tingkat di KM ITB, oleh karena itu, diperlukan kaderisasi awal secara terpusat.
KAT merupakan kegiatan penyambutan serta pengenalan kemahasiswaan yang ada di ITB kepada mahasiswa baru. KAT memiliki tujuan yang mulia, pertama yaitu menjadikan mahasiswa baru sadar akan status barunya, status siswa yang awalnya dimiliki kini lepas, dan bertransformasi menjadi mahasiswa. Kedua, menjadikan mahasiswa baru mengenal budaya kampus (hal-hal yang biasanya dilakukan di kampus serta bersifat dinamis) yang sangat berbeda dengan budaya pada fase sebelumnya yaitu sekolah. Seperti yang kita ketahui, ITB merupakan ‘miniatur Indonesia’, hal ini disebabkan beragamnya asal daerah dari mahasiswa baru, implikasi dari hal ini adalah keberagaman potensi yang dimiliki kampus ini. Hal itu tertulis dalam tujuan selanjutnya, yaitu menjadikan mahasiswa baru mengetahui keberagaman potensi yang dimiliki oleh ITB. Keempat, menjadikan mahasiswa baru yang mampu berorganisasi, hal ini dimulai dari skala kecil dan awal sebelum berorganisasi dalam ruang lingkup kampus yang lebih luas dan kompleks. Dan terakhir, menjadikan KAT sebagai sarana pendidikan bagi mahasiswa baru maupun elemen yang terlibat.
Kaderisasi Awal Terpusat di KM ITB adalah INTEGRASI ITB, yang merupakan singkatan dari “Inisiasi Terpusat Keluarga Mahasiswa ITB”. Sebelumnya, INTEGRASI ITB memiliki nama OSKM ITB (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB). Perubahan nama ini terlihat dalam kata pertama masing-masing nama, yaitu ‘Inisiasi’ dan ‘Orientasi’. Dua kata ini memiliki pembawaan arti dan semangat yang berbeda. Kata ‘Orientasi’ dalam OSKM ITB, lebih membawa makna ‘Pengenalan’, sementara kata ‘Inisiasi’ dalam INTEGRASI ITB membawa makna dan semangat ‘pemantik’. INTEGRASI ITB melibatkan seluruh elemen massa kampus dalam mencapai tujuannya. Dengan pergantian nama dan semangat dari ‘orientasi-pengenalan’ menjadi ‘inisiasi-pemantik’, diharapkan INTEGRASI ITB dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa baru dalam langkah yang akan dimulainya di kampus ini, dan menjadikan semangat tersebut tetap menyala.
Visi yang dibawa INTEGRASI ITB 2016 adalah melahirkan perintis pergerakan berasaskan empati. Seperti adanya, kondisi mental para pemegang kekuasaan di negeri ini tidak sedang baik-baik saja. Saat ini, empati-lah yang dibutuhkan mereka dalam menjalankan amanahnya, kebobrokan pemerintahan dan kondisi masyarakat disebabkan kurangnya empati antar pemegang kekuasaan dan masyarakat. Sehingga diharapkan perintis pergerakan yang dilahirkan INTEGRASI ITB 2016 menjadi solusi atas permasalahan yang ada di negeri ini.
Dalam mewujudkan visinya, terdapat misi-misi untuk mencapat visi tersebut. Misi yang pertama adalah menumbuhkan empati panitia pelaksana dan peserta INTEGRASI ITB 2016 terhadap masyarakat. Seperti yang telah tertulis sebelumnya, empati inilah yang diharapkan menjadi pemantik solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Tidak hanya peserta, panitia pelaksana juga diharuskan memiliki empati ini karena panitia pelaksana merupakan ‘penanam benih’ bagi peserta. Kedua, menyadarkan peserta INTEGRASI ITB 2016 akan perannya sebagai perintis pergerakan. Hal ini sejalan dengan makna kata inisiasi, yaitu pemantik, laksana korek api yang menghasilkan api untuk menerangi dari kegelapan. Ketiga, memperkenalkan potensi lembaga KM ITB dalam mengusahakan solusi dari permasalahan bangsa. Sebuah pergerakan sangat membutuhkan kolaborasi dari setiap elemen-elemen yang terlibat, misi yang ketiga dari INTEGRASI ITB 2016 sangatlah penting dalam terwujudnya visi dari INTEGRASI ITB 2016. Misi yang terakhir adalah menjadi sarana pendidikan panitia pelaksana sebagai roll model bagi mahasiswa baru. Tak dapat dipungkiri, panitia pelaksana merupakan wajah pertama KM ITB yang dipandang oleh mahasiswa baru, oleh karena itu, diperlukan panitia pelaksana yang terdidik agar dapat melahirkan perintis pergerakan berasaskan empati.
Berikut ini adalah Organigram INTEGRASI ITB 2016:
*logo INTEGRASI ITB 2016 diperoleh dari OA LINE INTEGRASI ITB 2016
Terimakasih untuk Zayinatun Bila (SITH-R), Jacky Jonathan (FTTM), Lavita Nuravina (STEI), Putra Arcana (FTTM), Muhammad Hafidavi Fahrezy (FTTM) yang membuat saya seakan-akan hadir dalam pertemuan Diklat Terpusat hari pertama :)









