Dilema Cinta Lia
"Sudahlah Lia, pada akhirnya ini tidak akan baik". Gw coba mengulangi kalimat yang sama kepada sosok wanita di hadapan gw ini. "Akan tiba waktu dimana kalian mengambil jalan masing - masing. Pikirkanlah itu, jelas dia akan mengambil keputusan yang seharusnya".
Lia yang semula hanya tertegun, akhirnya mulai berani mengangkat wajahnya menatap ke gw. "Aku terlalu bodoh ya mas". Ucapnya lirih.
Gw terdiam sesaat. "Nggak ada yang salah li, hubungan antara seorang laki - laki dan perempuan seperti ini adalah hal yang wajar, kondisi aja yang tampaknya nggak memihak kepada kalian".
Hening sesaat, sebelum akhirnya Lia kembali berani untuk berkata. "Lalu aku harus bagaimana mas ?".
Gw tersenyum, lalu maju untuk memeluk tubuhnya perlahan. "Jalanin aja li, kamu masih terlalu muda untuk menghabiskan waktumu hanya memikirkan hal ini. Yang penting kamu tw batasan nya, berpikir positif aja. Dan jangan lupa untuk terus meminta. Kelak akan hadir yang terbaik untukmu."






