Perihal hati, perihal hidup, perihal titipan..
ุฃูุณูุชูููุฏูุนูููู
ู ุงูููู ุงูููุฐููู ูุงู ุชูุถูููุนู ููุฏูุงุฆูุนููู
โaku menitipkan kamu kepada Allaah yang tidak akan hilang titipan-Nya.โ
Titipkanlah hidup kita kepada Allaah, sebab jika Allaah dititipkan sesuatu pasti dijaga. Pasti tidak akan hilang titipan itu. Maka mulai hari ini, belajarlah untuk berbaik sangka kepada Allaah ya. Bahwa Allaah merencanakan sesuatu, pasti ada balasan baiknya. Meski menurut ukuran kita yang terbatas ini sangatlah buruk, sangat sukar untuk kita lalui.
Sebab bisa jadi sesuatu yang kita anggap buruk adalah baik untuk diri kita pada akhirnya. Pengetahuan kita amatlah terbatas dan tak akan pernah bisa menjangkaunya sampai kapan pun jua.
Untuk menyerahkan hati kita itu bukan kepada yang paling baik dalam menjaga. Hati itu juga jangan diserahkan kepada yang tidak sanggup menjaga, yaitu manusia. Jangan pernah mengemis apapun dari manusia sebab manusia bukanlah tempat untuk menitipkan hati. Termasuk diri kita sendiri.
Maka belajarlah kembali untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Allaah. Biar Allaah yang membawa hati kita untuk diletakkan kepada siapa, kemana Allaah akan membawa hati kita. Dan cara terbaik untuk meletakkannya adalah dengan terus berupaya ikhlas dan ridho dengan setiap ketetapan Allaah kepada kita.
Belajar ikhlas itu menenangkan, sungguh. Perasaan kita akan merasa mudah damai dengan sesuatu yang telah ditetapkan. Yang telah ditetapkan akan menuju kepada kita dengan caranya sendiri. Yang tidak ditetapkan untuk kita, akan pergi dengan caranya sendiri.
Maka titipkanlah hatimu kepada Allaah yang tidak akan menghianati titipan, yang tidak akan hilang titipanNya. Agar hatimu lebih lapang, agar hidupnya lebih tenang. Bukankah sebuah ketenangan itu membahagiakan ? Dalam waktu yang lama, justru ketenanganlah yang dicari dalam sebuah kehidupan. Sebab berapa banyak orang berjalan dimuka bumi ini dengan perasaan kosong dan hampa tanpa tahu kemana mereka akan berjalan.
Maka tempulah jalan itu dengan meminta pertolongan Allaah selalu. Sebab kita lemah, sungguh lemah.