seperti biasa, embusan angin terdengar di sini, di sepertiga malam terakhir terdengar lebih kencang. apatah selimut harus ditarik atau dihempas saja? dingin terlalu menyengat buat saya.
walau demikian, anak-anak saya tidak terganggu, terus saja lelap dalam mimpinya yang dalam. sepertinya, angin malam adalah mainan bagi mereka. dingin bukan penghalang untuk mereka selalu bahagia. mereka ikhlas saja menerima keadaan. dan orang dewasa sering tidak sabar, bahkan terlalu khawatir, menganggap hawa ini akan membahayakan mereka. tidak.
pernah, satu momen, mereka berkemah di belakang rumah. di tenda yang tipis, udara yang dingin, saya pikir mereka satu dua jam akan segera masuk kamar. kamar mereka sudah siap menerima kedatangannya. eh dilalah, sampai subuh mereka asyik masyuk terlelap dalam gelap. dingin adalah sahabat.








