Dapat pesan WA dari salahsatu guru zaman saya sekolah dulu itu....sesuatuh, apalagi jika beliau adalah satu dari sedikit guru penyemangat saya dulu, yess, berasa dapat surat cinta dan sakses bikin saya mewek. Ibu Masna Lukman, sosok guru sederhana favorit saya zaman SMK dulu. Maafkan penggunaan kata 'favorit' di sini, bukan berarti saya mengerdilkan jasa guru yg lain. Semua sama berjasanya, semua sama dedikasinya, hanya Allah saja yg bisa membalas jasa dan kebaikan para guru saya dulu. Tapi ibu Masna, ada magnet tersendiri yang bisa membuat saya (terutama), bisa betah ngobrol dengan beliau berlama-lama, dari masalah mata pelajaran (ibu Masna mengajar bahasa Inggris) hingga masalah agama, hingga politik, hingga hal-hal lainnya. Dan saya bisa bicara dengan beliau, layaknya saya bicara dengan ibu saya sendiri, gak jaim tapi juga tetap sopan. Tak puas me-WA saya, tadi beliau menelpon saya (ckckck, murid durhaka ya saya, masak guru pula yg menelpon muridnya), menanyakan kabar saya, apa saya baik-baik saja, membesarkan hati saya pasca meninggalnya ibu (bu Masna juga teman almh ibu, ya, saya bersekolah di sekolah yg sama tempat ibu saya mengajar). Terakhir beliau berpesan agar saya sering menelponnya. Inshaallah ibuk. Ibuk sehat terus ya, terimakasih sudah menelpon Dini buk. :-) #dinitellsstories #story27 #freewriting #story #bercerita #expressivewriting






