note 212: cerita satu hari di-DA IM6: satu tangga menjadi PM
Kemarin saya sudah melakukan tes DA (Direct Assemsent) sebagai bagian seleksi Indonesia Mengajar VI (IM 6) tahap kedua.
Komentar saya: Cwapek akut.
Tapi seneng. Pengalaman yang didapat bener-bener awesome. Bertemu banyak orang-orang keren. Dan kemudian merasa paling nggak keren sendiri... -_-
Alhamdulillah saja lah, hehe...
Baiklah, bagaimana cerita hari kemarin. Beginilah rangkaian tes yang saya jalani.
Jadi, saya sudah dinyataka lolos tahap seleksi 2 sejak akhir desember lalu. Dari 7ribu sekian, saya termasuk dari 263 orang yang lolos tahap seleksi 2. Kata Nisayu itu keren. Dan menurut saya itu juga keren. Alhamdulillah, hal-hal sederhana yang saya lakukan selama ini dinilai baik bagi mereka.
So, saya pun sudah excited banget untuk menghadapi that big day.
Saya mulia preparing semuanya. Saya googling dan mendapatkan bocoran suasana ujian dari peserta-peserta sebelumnya yang nulis di blog. Begitu dapat materi, langsung nyoba tanya-tanya ke orang-orang terdekat saya, kita-kira materi tes kayak gini seperti apa. Akhirnya hari H datang juga. Semalaman sebelumnya, saya ga bisa tidur gara-gara grogi. Serasa mau pendadaran lagi. Tapi lebih grogi. Soalnya, kalo pendadaran saya udah siap, nah sekarang saya belum siap blas. Juga kepikiran sama yang di sana sih, yang juga punya hari penting di tanggal 17 Januari. Sama-sama berjuang. Ganbatte! ^^
Pagi-pagi, jam 6.05 saya sudah meluncur ke kampus. Syukurlah tempat tesnya di MPI (Museum Pendidikan Indonesia), masih di kompleks UNY. Jadi udah tahu dengan persis lokasinya. Begitu tiba, masih sepi. Berkenalan dengan beberapa orang. Ramah. Mereka ramah. Dan mayoritas UGM...oh...langsung minder seketika.
Setelah daftar ulang (nyerahin foto, fc ijazah, fc transkrip nilai, dan fc KTP), saya dan peserta lain masuk ke ruangan. Di sana diberi paparan tentang program IM dan kegiatan seleksi hari ini. Setelah itu kita dibagi kelompok. Saya dapet kelompok 2.
Sesi pertama: Self Presentation
Kelompok 2 (Lino, Dewinta, Manda, Aulia, Arina, Fatih), berkumpul. Kami dipandu oleh 2 asesor diminta untuk presentasi. Saya langsung jadi volunteer pertama. Saya belajar ini dari seorang blogger: menunjukkan keberanian dan agar saya nggak minder. Tapi saya juga salah, soalnya saya jadi kelupaan nyampein hal-hal lainnya yang penting, kayak passion besar saya pada menulis dan anak-anak, kehidupan saat kampus, dan pengalaman organisasi. Tapi ya udah deh. Saya hanya menghabiskan 3 menit, sementara 4 menit untuk tanya jawab. Tiap ada yang self presentation saya selalu tanya. Saya ngerasa cukup oke di sesi ini.
Sesi kedua: Focus Group Discussion (FGD)
Masih dengan orang-orang yang sama, kita diharuskan mendiskusikan masalah pendidikan. Jadi, selama 30 menit kita ngerjain soal, sementara 30 menit berikutnya diskusiin jawabannya. Ada 3 asesor di waktu diskusi. Diskusi kaku. Nggak ngotot-ngotot seperti yang katanya terjadi di daerah lain. Cenderung rikuh dan nggak enakan. Saya ngerasa oke di sesi ini karena lebih banyak punya background di pendidikan. Jawaban saya juga lumayan tepat. Dapet ilmu dari mas sob dan pak ali juga sih...hehe...arigatou minna!
Sesi ketiga: Micro Teaching
Sesi yang paling saya tunggu nih. Kita diacak lagi. Kali ini saya bersama dengan 7 orang lainnya (nama lupa) menjalani sesi MT. Yang saya kenal adalah Dewinta, Aulia, dan Lino. Sesi MT pun dimulai dengan memberikan sebuah kertas berisi 3 pertanyaan berkaitan rencana pembelajaran. Ya, kayak RPP singkat lah. Saya lancar tuh ngisinya, hehe. Tanpa babibu, langsung deh dikasih nomor urut. Entah keberuntungan atau tidak, saya duduk di paling belakang, jadi dapet urutan paling buncit. Agak bete karena nunggunya lama (plus kebelet pipis..*ups >,<). Satu per satu maju, dan pengalaman mengajar mereka emang nggak begitu lihay. Apalagi, dari tim asesor (ada 2 asesor dan 4 pengacau), benar-benar mengacau. Di awal mereka semangat bikin ulah. Tap, begitu banyak orang yang maju jadi keliatan basi. Alhamdulillah, kayaknya rejeki saya nih, bisa tahu karakter tim asesor, mana yang berisik mana yang nggak.
Akhirnya setelah 1 jam, tibalah giliran saya. Saya dapet materi PKn Kelas 2. Uda preparing RPP dan media dari rumah. Sempat bikin reward bintang juga waktu nunggu peserta lain. Dan saya cukup beruntung, karena saya serasa berada di kelas saya. Teringat si Ovin dan Ilham dan Rama. Jadi serasa awas banget dengan semua keadaan di dalam kelas. Yang rame, yang main hape, yang komentar, seolah semuanya kelihatan.
Ada satu orang pengacau yang masuk kelas, tiba-tiba duduk, lalu keluar lagi, lalu tanya hal sederhana, komentar nggak penting. So far, saya bisa mengatasi kegaduhan kelas. Semua komentar bisa saya tanggapi. Saya paling seneng kejadian ketika saya perlihatkan gambar mobil, eh si dia nyeletuk, "Bu, mobil tu apa?" Lalu saya jawab, "Kamu belum pernah lihat mobil?" Dan dia menggeleng. Oke, dia mau main-main sama saya nih. Refleks saya pun langsung tanya ke kelas, "Siapa yang belum pernah lihat mobil?" Dan semua orang di kelas itu angkat tangan. "Baiklah, besok akan bu guru bawakan mobil yang kecil, tapi sekarang kita lihat dulu gambarnya."
Saya suka sesi ini, meski MT haya 7 menit. Dan itu bikin pusing karena 7 menit itu nggak ada apa-apanya. Di akhir sesi, dikasih pertanyaan oleh asesornya, dan saya bisa jawab. Ah...jadi rindu kuliah dan micro teaching di kelas >,<
Setelah MT, kita pun ishoma. Setelah itu, kita masuk ke sesi interview. Dan di sanalah saya berasa kacau sekali. Mbak asesornya cantik, saya jadi grogi *ealah. Mbaknya tanyak ini dan itu, saya pun jawabnya juga bingung. Seadanya deh. Entahlah, mungkin saya terlihat seperti orang stupid yang nyasar. Entahlah. I have done my best. Saya nggak yakin di tes ini. Inti di tes ini adalah nyeritain isi essay di aplikasi lamaran. Waktunya 60 menit.
Karena uda persiapan di awal, saya sudah punya bayangan materi tesnya, yaitu tes PAPI dan gambar. Tes gambar udah yakin deh, karena dapet ilmu dari suhu Edi. Untuk tes PAPI nggak terlalu yakin. Tapi ya sudahlah.
Sesi terakhir: foto-foto. Meski saya nggak dapet fotonya, hehe.
Akhirnya, seluruh sesi pun berhasil dilewati. Ada yang kurang tidak? Tidak sepertinya. Semuanya sudah saya lewati. Ada yang beda dari tes-tes sebelumnya, karena tidak ada role playing di DA IM 6 ini.
Bagaimanapun juga, saya tetap enjoy dengan satu hari ini. Diterima atau tidak, saya tetap bersyukur.Banyak manfaat yang saya dapatkan dari tes ini. Temen baru, semangat baru. Dan pastinya, kepasrahan total. Temen-temen saya yang baru itu, kebanyakan masih fresh graduate dan idelasime tinggi, hehe. Dan mereka punya kekerenan mereka sendiri.
Baiklah, apapun hasilnya saya tetap akan menerima dengan ikhlas kok. Pengumuman maksimal bulan Maret. Insya Allah, sekarang fokus dulu ke sekolah. Mari semangat.