Berlanjut menjadi 12 tahun
Sudah ratusan purnama kita lalui bersama
Semua begitu cepat, melesat bak peluru dari senapan
Masih ingatkah kamu, tentang pertemuan pertama kita?
Suatu pagi yang indah di bulan Agustus
Berlanjut menjadi hari-hari penuh rindu
Bahkan ketika aku pergi, tetap saja hati kita tertaut
Masih ingatkah kamu, pada hari dimana kau minta restu orang tuaku?
Kau tidak menjanjikan apapun, tapi kau janjikan bahagia dan setia.
Karena pemilik hati, pemilik kekayaan, hanyalah Ia yang Maha Segala
Kamu siap menapaki masa depan yang tidak kita tahu, bersama
Masih ingatkah kamu, hari dimana ijab kabul kau ucapkan di depan para saksi
Kita terikat tak hanya di dunia, pun di akhirat
Setelah 12 tahun berlalu, cinta tak lagi sama
Menggebu dan menggelora bukan lagi maknanya
Tenang, menerima, dan apa adanya adalah cinta kita
Adakah badai dalam cinta kita?
Apakah ini menggoyahkan kita?
Perasaan siap untuk kehilangan adalah yang kita yakini akan terjadi, entah kapan
Apakah karena terpisah dunia, atau terpisah karena tidak setia
Aku bayangkan berbagai skenario perpisahan, dan pada akhirnya aku menangis.
Menangis untuk sesuatu yang bahkan belum terjadi
Aku memang tidak akan bisa berpisah denganmu
Tepatilah janjimu, untuk hidup bersamaku
Seumur hidupku, seliang lahat kita
Aku selalu mencintaimu, untuk 12 tahun yang lalu, maupun untuk 12 tahun mendatang, dan seterusnya.