MIIP #1.1 Diskusi Materi Adab Menuntut Ilmu
Bagaimana sih, konsep ilmu yang beradab menurut Islam?
Ilmu yang beradab dalam Islam adalah ilmu yang sumbernya jelas dan terpercaya kebenarannya (Al-qur’an dan hadits) yang bisa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat serta ilmu yang bisa memberi manfaat positif bagi banyak orang.
Lalu, apa harus ada Pembimbing dalam proses menuntut ilmu? Bukankah kita dapat belajar sendiri (otodidak). Apa perbedaan antara otodidak dan tergabung dalam komunitas?
Dalam menuntut ilmu, sebaiknya ada pembimbing yang dapat dijadikan sebagai role model. Pembimbing yang sudah menerapkan ilmunya dalam amal nyata sehingga kita bisa mengikuti jejak kesuksesannya. Ilmu yang diperoleh pun valid dari sumber yang terpercaya.
Belajar otodidak bisa dilakukan untuk hal-hal yang aplikatif dan harus cermat dalam mencari sumber informasinya. Dalam penerapannya pun mungkin tidak langsung berhasil atau akan menjumpai trial and error.
Perbedaan antara belajar sendiri dan belajar bersama dalam komunitas adalah dalam suatu komunitas kita akan menjumpai teman-teman yang memiliki tujuan yang sama yang saling berbagi, mendukung, dan menjaga saat semangat kita sedang turun.
Bagaimana yah, cara melakukan cross check terhadap suatu berita?
Salah satu cara untuk melakukan cross check adalah dengan melihat kredibilitas sumber berita dan membandingkan berita tersebut dengan berbagai sumber berita lain. Jika ada berita berhubungan dengan instansi tertentu, maka dapat melakukan konfirmasi langsung kepada instansi tersebut.
Bagaimana sih, cara menerapkan sceptical thinking secara benar?
Dalam berpikir skeptik kita tidak boleh terlalu sedikit, yang bisa berakibat kita menjadi ceroboh atau terlalu banyak, sehingga kita sulit menerima kabenaran. Berpikir skeptik harus didasari dengan semangat mencari kebenaran dengan cara yang tepat. Kita bisa memulai, dengan:
1. Selalu teliti mencerna setiap berita sampai yakin atas kebenarannya. Diawali dengan mengecek sumber berita.
2. Membekali diri ddengan ilmu. Agar ada benteng diri sehingga tidak langsung percaya pada suatu berita.
3. Berpikir terbuka dan mau menerima padangan dari berbagai sisi.
4. Rendah hati secara intelektual. Apapun yang kita yakini, masih bisa dikoreksi atau dibandingkan secara ilmiah. Kita harus memiliki argumen/bukti dan jika salah, mau menerima dan memperbaiki.
Bagaimana cara menyikapi perbedaan penjelasan mengenai suatu ilmu? Misalnya saja, mengenai ilmu parenting
Dalam menghadapi perbedaan ilmu, sebaiknya kita menghormati perbedaan dan hindari debat kusir. Adapun jika ada perbedaan pendapat ahli, sebaiknya kita memilih pendapat ahli yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits.
Bagaimana adab untuk mengingatakan orang lain tentang keabsahan suatu berita? Terkadang kita takut ada yang tersinggung atas perkataan kita dan malah menimbulkan keributan
Sebaiknya kita senantiasa menjaga kemuliaan saudara kita melalui jalur pribadi dan tentunya dengan bahasa yang baik dan sopan.
Bisa juga mengingatkan dengan cara bertanya. Misal jika ada berita copas tentang penanganan serangan penyakit jantung, disebutkan cara nya dengan “xxx”, dapat disampaikan, Saya pernah baca katanya “yyy” kira-kira yang benar mana ya?
Ajak orang tersebut untuk menggali bersama kebenarannya dan tetap berkata santun.
Suatu ketika, kita membagikan suatu ilmu di media sosial, tapii ada orang lain yang tidak setuju padahal kita tahu apa yang dia yakini salah. Bagaimana yaa, sebaiknya sikap kita?
Tiga hal utama yang harus diingat saat membagikan ilmu adalah niat, ikhlas (menjaga hati) dan bertanggung jawab atas ilmu yang disebarkan. Tidak masalah berbeda pendapat. Jika sudah diingatkan, diberi pembanding, dan masih yakin atas pendapatnya yang salah, maka biarkan dan doakan agar Allah memberi petunjuk.
GrupWhatsApp MPPI batch#3 Depok I
Fasilitator: Mba Farida Aryani dan Mba Dyas Purnamasari