Kita bertemu dalam rindu yang membisu. Cara kita bertatap, berbicara, dan berpamitan adalah sekat yang berusaha kita bangun agar tidak kelihatan rindu.
Kita juga harusnya tahu, bahwa mata kita tidak bisa berbohong bahkan saat mata kita saling bertemu dari jarak jauh. Semoga kita diberikan kekuatan untuk senantiasa mengkonversi rindu menjadi doa-doa terbaik, seperti bunyi suratmu di tahun lalu yang juga menjadi pengingat untukku. Aku hanya bisa bilang, selamat merawat rindu yang (boleh jadi) tak sengaja tumbuh seiiring waktu yang berjalan dan berlalu.













