444
Sudah, bukan berarti menyerah atau kalah. Kadang... menyudahi adalah cara terbaik untuk bisa hidup menjadi seutuhnya diri.
dirt enthusiast

blake kathryn
AnasAbdin
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
No title available

tannertan36
almost home
Peter Solarz
will byers stan first human second
i don't do bad sauce passes
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
tumblr dot com
h
🪼
DEAR READER
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
seen from Paraguay
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from Ireland
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Lithuania
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Jordan

seen from Argentina
seen from United States

seen from Türkiye
@uuoia
444
Sudah, bukan berarti menyerah atau kalah. Kadang... menyudahi adalah cara terbaik untuk bisa hidup menjadi seutuhnya diri.
443
Aku Utuh, Aku Sembuh
Aku utuh, aku sembuh. Semua yang bukan takdirku sudah lama kurelakan seikhlas-ikhlasnya. Jikalau ada hal yang mencoba menarikku lagi ke sana, aku dengan mantap akan menolaknya.
Ini hidupku, ini hatiku, ini pikiranku, dan ini tubuhku. Aku tahu apa yang begitu berharga untuk diriku. Aku hanya akan menggapai apa yang benar-benar aku impikan setulus hati, bukan menuruti kata orang yang bahkan berbicara langsung padaku pun tidak berani.
Aku utuh, aku sembuh. Umurku tidak selama itu hanya untuk meraih sesuatu yang dangkal sedangkan di keabadian aku tak berbekal. Aku tahu aku mesti bagaimana dalam hidupku, aku yang menulis ceritaku sendiri—bukan ego orang-orang.
Aku utuh, aku sembuh, dan aku akan menjaga diriku dengan sebaik-baiknya dan hanya mengizinkan orang yang mencintaiku untuk menyambangiku, bukan orang asing apalagi yang tak mampu menghargai.
Aku hidup bukan untuk membungkam orang-orang yang terus bersuara, aku hanya perlu hidup dalam hidupku yang berjuang—bukan melulu bertahan dari gempuran badai yang menyesakkan dada.
Aku utuh, aku sembuh. Beginilah hidup dan aku sudah memahaminya sejak setahun lalu. Ini bukan hal baru, jadi aku tahu harus melakukan apa. Mendekat kepada Rabbku, memeluk erat diriku, lalu berjalan lurus dalam takdir hidupku.
Aku utuh, aku sembuh, dan kuharap engkau juga ikut memeluk erat diriku bersamaan denganku dan kemudian beriringan bertumbuh dalam takdir kita yang entah bagaimana.
Dan aku sangat berharap engkau utuh, engkau sembuh, dan denganku yang ikut memeluk erat dirimu bersama denganmu dan kemudian beriringan bertumbuh dalam takdir kita yang entah bagaimana.
Tidak perlu demikian selamanya, hanya perlu sampai salah satu kita memejamkan mata dari gilanya dunia. Hanya sampai saat itu—tak lebih dari 40 tahun kiranya.
Kita utuh, kita sembuh, saling berpelukan dan bertumbuh dalam takdir yang entah bagaimana. Hanya orang dengan kacamata yang sama yang mampu melihat dengan serupa. Dan semoga itu adalah kita berdua di dalam keberkahan-Nya.
H-1 menuju kita (MN)
442
Aku tanah,
aku pasir mendesir,
aku kerikil melembing,
aku batu.
Hanya soal waktu
untuk membuat kembali ke wujud mulaku,
tanah—dilapukkan ganasnya
yang menjelma apa saja.
Dari dan Kembali
441
"Aku bersamamu," ucapmu entah kepada siapa—bisa jadi kepada dirimu terlebih dahulu.
440
Pada setiap persimpangan hidup, kita diberi pilihan atau jalan keluar. Dan jalur-jalur yang kita tempuh telah membawa kita menjadi seseorang seperti sekarang.
Seseorang yang terus melanjutkan hidup—meski memilih hidup itu tidak lebih mudah.
439
Kukira kita berbeda, ternyata belum berjumpa dengan yang tepat saja.
438
Tentang segala sesuatu yang kau impikan, silakan diperjuangkan dengan habis-habisan. Sebab kita tahu mana yang benar-benar layak untuk diusahakan. Demi masa depan yang berisikan keaslian kita di dalamnya.
437
Kita semua tahu bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. Ada yang datang dan ada yang kan meninggalkan. Kadang dibersamai, tapi di lain waktu akan kembali sendiri.
436
Hebat itu tidak harus menyerupakan diri dengan seseorang yang diidolakan setengah mati, namun untuk menjadikan diri sendiri yang lebih baik dari hari-hari kemarin.
435
Nampaknya yang sering membuat kecewa adalah ekspektasi yang menguasi kepala. Ekspektasi mengenai kesempurna jika saling mengisi kekosongan di antara satu sama lainnya—demi yang disebut bahagia.
Padahal, bahagia adalah tanggung jawab masing-masing kita—pasangan hanya bisa mendukung untuk mencapainya.
434
Hidup ini masih menjadi misteri, dan cita-cita itu harapannya bisa menjadi sesuatu yang memberi makna tambahan dan arah yang lebih sempurna. Memang tidak ada yang berani menjaminnya akan 100% terlaksana, namun dalam setiap proses menujunya akan begitu luar biasa.
Luar biasanya Tuhan menghantarkan kita untuk menjadi versi terbaik-Nya.
433
Siapapun yang kini berusaha memasuki hati, dipersilakan. Akan kulihat bagaimana ia bertingkah di dalamnya. Apakah kiranya seenaknya atau kan selalu mengupayakan untuk membuatku bahagia dan memeluk setiap luka-luka yang masih ada di sana.
Hingga waktu yang akan membuktikan, apakah memang engkau orangnya.
432
Aku siap menerima atau mengembalikan dirimu kapan saja. Karena kusadar bahwa kita tak pernah memiliki apapun jua, bahkan tubuhku sendiri pun akan kukembalikan jika sudah tiba masanya.
431
Dunia memang bukan tempatnya bahagia saja karena dunia bukan surga. Dan begitu pun dunia bukan neraka yang hanya berisi penderitaan. Mari selami setiap episode hidup yang silih berganti.
Jika terasa berat tak mengapa, itu sangat wajar. Cobalah lebih sering duduk dengan semua rasa yang tengah bergejolak di dalam dada. Mari kita menjadi orang pertama yang memvalidasi setiap bagian dari diri kita sendiri, kemudian yang menggandengnya dengan penuh cinta untuk menapaki setiap level menuju puncak ketenangan yang abadi.
430
Walau sesakit ini, tapi aku masih tetap ingin mencintai.
Badai dunia tidak akan pernah berhenti, dan sejalan dengan itu turbulensi rasa juga akan tetap saja ada. Jadi dengan siapapun, mencintai juga masih begini saja rasanya. Harus terus diperjuangkan demi bahagia di keabadian sana.
429
Mari terus bertumbuh walaupun di tanah yang tak serupa. Mengusahakan yang sama-sama kita sebut bersama dengan diiringi doa-doa mulia.
428
Bisa jadi seseorang yang kita tunggu-tunggu selama ini untuk mendorong kita bertumbuh adalah diri kita sendiri—bukan orang lain.