“Selamat datang di Interna.”
Ini adalah kalimat ke dua setelah mengucapkan “selamat datang di dunia co-ass”
Ini adalah penjabaran singkat saat akan memasuki Lab interna. Disampaiakn oleh mbak admin yang sabaaar banget menghadapi para dokter muda dan kakak senior yang baik-disiplin. Operan singkat, yang sekilas memberikan isyarat
“di IPD enak kok, tapi ya gitu”
kalimat yang diakhiri dengan ambiguitas.
Lab Interna alias Ilmu Penyakit Dalam, disingkat IPD (i-pe-de) adalah lab terbesar-terlama-terheboh-terberat, katanya. 14 minggu adalah total waktu yang harus dihabiskan dalam lab ini.
4 minggu sebagai junior, stase ruangan
2 minggu stase di Paru
2 minggu stase di Cardio
1 minggu stase IGD
1 minggu stase luar
4 minggu sebagai senior, kembali stase ruangan.
Melihat jadwal ini sudah bisa terbayangkan padatnya jadwal. Belum lagi ada jadwal jaga
3 hari sekali saat junior
3 hari sekali saat stase cardio
4 hari sekali saat stase paru
2 kali saat stase IGD
setiap hari saat stase luar
1 minggu sekali saat senior.
Belum lagi jika mengetahui tugas-tugas yang ada.
Belum masuk co-ass mah nyantai, tugas selama klinik sama sekali tak terbayangkan. Paling tugas ya begitu saja, bisa dikerjakan di tempat, tak perlu konsul, sumbernya itu itu saja. Dugaan ini salah.
Ada berbagai tugas yang dijabarkan dengan sangat jelas oleh mbak admin
1 kali miniCEX (OSCE) dengan supervisor
1 kali ujian pretest
1 kali ujian formatif
2 responsi-laporan kasus
Long case
dll
Belum lagi saat stase ataupun jaga. Mengetahui obat, mengetahui cara penggunaan-indikasi-dll. Ya begitulah.
Intinya, katanya ini lab terbesar-terlama-terheboh-terberat.
Bisakah melaluinya?
Menyebut asma Tuhan dengan sungguh-sungguh mengawali langkah di lab ini.