Our world and Our destiny
||chanD.odol|| Our world and Our destiny|| Baekhyun, Taeyeon|| Other cast: Kyungsoo(cameo), Chen|| Hurt/Comfort, Romance, little comedy|| PG-14|| Drabble||
Qoute: ~take my hand, and we will run away ( pegang tanganku, dan kita akan pergi)
A/N: my own story and don’t copypast my imagine, terinspirasi dari scandal mereka. Untuk byunTae(byunbaek dan taeyeon) semoga cepat putus *eh semoga makin langgeng relationship scandal nya /oke pinish* plok/ *_*_*
Malam itu sebenarnya malam tercerah di lain malam tapi berbeda dengan keadaan seorang pria yang mengumpat dibalik selimut tidurnya, ia mengetik sambil mengumamkan hal yang terdengar seperti kesal namun dibalik itu dia juga terlihat sedih. Seluruh wajahnya kembali menutup di permukaan bantal saat messager itu terkirim, kepalanya mulai mendongak mendengar ponsel sang empu berbunyi tanda pesan masuk. From: taengggo
Tidak bukan begitu maksudku..bukan. aku hanya ingin mengakhirinya byunbaek.
Baekhyun nama pria itu, pesan itu ia baca hingga dua kali dan otaknya akhirnya pun mencerna dan tangan nya bekerja meremas si ponsel dengan sebal lalu kembali mengembalikan wajahnya ke bantal tidur seperti sebelum dirinya lakukan. 5 menit, 10 menit, 12 menit, ia pun tak kehabisan ide walaupun sebenarnya takut kalau yang ditelepon justru tak mengangkat panggilannya. Biarlah dia seorang pria dia tak akan takut sebelum kalah -ya baekhyun bukan seorang namja yang belum perang langsung mundur. Bukan begitu. Satu kali panggilannya tersambung namun direject oleh si penerima, baekhyun tak putus asa ia mencoba lagi panggilan kedua yang memang tersambung dan si penerima akhirnya pun mengangkatnya. “yeoboseyo?” jawab taeyeon si penerima.
“ini aku taeng-ah,” baekhyun membalasnya. “wae byun..” “apa sekarang aku sedang menganggumu? Kau belum kelar bukan dengan konsermu?”
“to the point saja baek,” “euhh, kau berusaha mu-mundur dari perjuangan ini?” “percuma baek kau terus memintaku, aku..aku tak bisa”
Leher baekhyun terasa tercekik setelah mendengar pengakuan taeyeon dadanya pun ikut berdenyut perih saat pernyataan dari sang kekasih, padahal jarak mereka sangatlah jauh tapi satu sama lain bisa merasakan nafas mereka berat –baekhyun juga mulai menghembusnya dengan kasar lewat mulutnya sendiri. “lalu sekarang apa?” “cukup disini byun baek. Aku memintamu” terdengar bisik-bisik suara isak taeyeon yang sengaja disembunyi oleh dirinya. “apa alasannya? Ini tak masuk akal. Aku baru beberapa menit mengirim pesan denganmu tapi.. apa yang sedang kau pikirkan kim taeyeon,” bisik baekhyun geram. Geram dengan keadaan dunia juga hubunganya. “alasannya jelas byun- dunia tak menginginkan kita hubungan kita dikekang walaupun managemen memberikan kebebasan untuk kita berdua,” Baekhyun meremaskan matanya dan menahan isak lelaki itu yang tinggal beberapa detik keluar dari tengorokannya, kepalanya sedikit berat karena menahan semua ini –menahan amarah, tangis, bahkan ketidak adilan menurutnya. “ini tak adil..ini bahkan tak adil untuk suatu hubungan yang harus kita miliki,” jawabnya pelan bahkan hampir tenggelam(?) suaranya.
“kau tak boleh berkata begitu byunbaek, kita..hiks, hanya tak ditakdirkan untuk bersatu tapi untuk berakhir dan semua akan selesai,”
“selesai maksudmu?!” nada suara baekhyun agak meninggi. “selesai, aku dan dirimu tak merasakan sakit lagi.”
“sakit? Kau salah taeng –justru sekarang aku yang sakit saat kau berkata seperti itu- Kita bisa membicarakan secara damai bukan, perlahan mereka akan tahu kalau kau membutuhkan ku dan akupun juga,” bantah baekhyun.
“kau selama ini sudah menguatkan ku, mau sampai kapan dirimu membuat pendukungmu diluar sana menangis? Aku tak mau baek..” Taeyeon yang sedang susah payah menahan isak nya namun percuma. Perkataan baekhyun seperti pedang yang menancap terus bertubi-tubi menusuk alasan taeyeon untuk mengakhiri ini. Sedangkan baekhyun menarik nafasnya berusaha sekuat mungkin agar air matanya tak menetes tapi percuma pula.
“mereka hanya tak mengerti taeyeon-ah! Mereka yang melarang setiap idolanya untuk mencintai dan dicintai. Aku tau ini jahat kalau aku berkata seperti ini, lalu haruskah dengan begini kita mengakhiri hubungan ini?”
“ya.” balas taeyeon mantap.
“tapi aku tak bisa dan tak akan mau taeyeon-ah. Aku masih bisa mempertahankanmu, beginikah yang disebut berjuang bersama tapi kau meninggalkanku. Kim taeyeon kau yeoja yang kuat selama ini –halau rintangan kau dapat melaluinya sekarang ada aku kita bisa melakukannya bersama taeyeon-ah,” Taeyeon menangis yah ia tak kuasa perkataan baekhyun yang selalu mendukung nya didalam hatinya ia masih ingin dan masih mencintai pria bermata sipit itu, tapi pendukungnya dan pendukung baekhyun yang menghalangi semua ini. Taeyeon menstabilkan suaranya melalui tenggorokannya dan melanjutkan bertelepon dengan kekasihnya.
“baek, kau sama saja menentang mereka! Aku tak mau seperti itu. Ini jalannya baekhyun kumohon biarkan aku bebas saat ini saja,”
Baekhyun tercekat dan membalas,” apa aku sedang memaksamu?”
“tidak. Tapi perkataanmu yang hampir seperti menahanku“ taeyeon terisak pelan namun baekhyun masih bisa mendengar disana.
“uljima taeyeon-ah, kau tak perlu mengisak ataupun menangis semua ini,” suara baekhyun berubah datar, baekhyun benci ada seseorang yang sedang menangisi orang dicintainya –terutama taeyeon-
“aku tak menangis apalagi menangisi semua ini” bohong taeyeon pada baekhyun. “kkotjimma, kau berbohong lagi padaku. Jangan menangis aku tak ingin air lengket itu membasahi pipimu kembali,”
Taeyeon terdiam lebih tepatnya keduanya terdiam sampai 4 detik baekhyun membuka mulutnya. “mianhae.” Taeyeon kaget lalu sedetik kemudian senyumnya mengembang diringi dengan matanya yang berlinang.
“gwechana, byunbaek” “arraseo tapi jujur, kau masih mencintaiku kan?” Taeyeon terdiam beberapa saat hanya ada suara nafas yang baekhyun dengar, ia diam dengan pertanyaan baekhyun yang haruskah taeyeon jawab bohong atau atau sejujurnya.
“ yeah, still love you”
Baekhyun tersenyum penuh arti, “okay, lalu? Kau mau bersama denganku melawan benteng-benteng besar?“
“terserah kau” jawab taeyeon yang diiringi tawa pelannya. “kau tak akan meninggalkan ku bukan ny.tae?” tanya baekhyun dengan awas –mereka sedang memulai candaanya.
“mungkin. Kalau kau melirik yeoja dari grup lain,”ujar taeyeon bercanda.
“begitu ya? kalau begitu kuplester kedua mataku dan kubuka saat melihatmu saja, bagaimana.”
“nanti kau menabrak tembok kalau menutup semua matamu :P, kau berlebihan byunbaek” “kkk~ aku bercanda ny.byun” Taeyeon terkejut sekaligus sedikit tersimpu dengan panggilan baekhyun barusan,” apa maksudmu dengan menambahkan –Byun- dibelakangnya” “wae? Kau kan ny.byun dimasa depan”
“ kkk~astaga! Byunbaek kau belajar mengombal dari siapa heuuu?” “eung..its secret”
Tak lama terdengar suara teriakan kyungsoo yang menggema menyaut-nyaut namanya.
yakk! Byun baekhyun! cepat keluar dan makan malam. Kalau tidak kudoakan kau terserang maag lagi.
-ish, dia menggangu lagi- pikir baekhyun. Dia sebenarnya berusaha menghapus nama kyungsoo dijam seperti ini karena ini jam bersama dengan kekasihnya.
“ketahuan, kau pasti belum makan?” “ kau mendengarnya tae-ya?” “sedari tadi dia meraung-raung tuh. Cepat makan sana! Lihat saja kalau sampai terkena maag”
“memang kenapa kalau maagku kambuh?” tantang baekhyun. “kau akan merepotkan semua member disana bodoh. Cepat makan atau aku perlu menelpon kyungsoo untuk memberikan hukuman padamu,” berhubung baekhyun tak pernah marah walau diejek dia merasa santai saja. “hkhkhk, apa itu hukumannya ny.byun?” “akan kusuruh kau cuci piring nanti, kudengar kau malas mencuci piring ya? dan mungkin sekarang gantian kau, makanya cepat makan.”
Walau jarak mereka korea-jepang namun bukan alasan tak saling berkomunikasi, bahkan kejadian sebelumnya sudah dihanyutkan oleh rindu dan canda mereka berdua, mereka hanya melepas semua beban dengan tawa hasil mereka berdua hingga terdengar keluar suara tawa baekhyun yang terdengar seperti tawa pelawak. Tanpa disadari baekhyun seseorang mengendap dengan membuka pintu dan mengambil bantal sofa yang diangkatnya sambil berjalan mengendap. Siapa lagi kalau bukan partner rusuh dan berisiknya kalau bukan –chen-, bahkan chanyeol pun sudah tak seberisik dan tak sejanggal mereka berdua.Dengan aba-aba chen dan *bukk bantal sofa itu tepat mengenai gundukan didalam selimut yang merupakan kepala baekhyun. “awww! Yaah! Chen bisakah kau diam?” ringis baekhyun.
“kau tak mendengar sedari tadi kyungsoo memanggilmu bodoh!”
“ku hiraukan, sudah sana kau mengangguku.” “kau makan atau kau yang cuci piring semua member?”
“baiklah sedikit lagi, okeh” tawar baekhyun.
“yasudah kalau kau ingin cuci piring,” ujar chen dengan santai. “hisshhh, iya berisik!” chen tertawa bangga.
“mianhae taengie-ya, ada penganggu kita harus lanjut lagi nanti” “eoh, makanlah sana daripada cuci piring, bukan?”
“nde, annyeong” “taeyeon sunbae maaf ya,” ujar chen sambil terkikik.
“eoh nde, chen-ah –sebenarnya hanya terdengar baekhyun-..eum, annyeong,”
*plip*
“sudah?” tanya chen.
“mau apa kau? “tanya baekhyun sebal.
“tak ada”
Sedangkan taeyeon yang mengakhiri panggilannya lalu terdiam dengan home screen yang terdapat fotonya bersama baekhyun yang berfoto bersama sekitar 2 bulan yang lalu. Ia tersenyum dan mulai membuka lembaran untuknya dan baekhyun kedepannya yang ia harapkan dengan berjalannya para pendukung mereka yang mulai mengerti keadaan ini.
*end












