Samping jendela Doppio Coffee
Duduk diam. Menatap laptop. Menyeruput green tea latte. Cara yang manis untuk menyambut weekend panjang. Setelah seminggu berteman dengan penat dan keruwetan jakarta, ketenangan saya dapatkan di sudut samping jendela Doppio Coffee. Terletak di daerah senopati. Menu yang ditawarkan hampir sama dengan coffee shop di tempat lain, namun dengan green tea latte yang berbeda. Green tea yang pas di selera. Mungkin sama seperti jam ini di minggu kemaren. Tidak ada yang berbeda.
Banyak sejuta pertanyaan yang keluar dengan hanya duduk diam curhat di depan laptop. Sejuta pertanyaan yang tak sempat terpikirkan saat berada di kerumunan, saat di dalam keruwetan, saat dalam kesibukan. Dan sekarang waktunya untuk menata ulang dan menata kembali pertanyaan pertanyaan yang tersimpan.
Dalam diam. Mencoba mengingat pertanyaan yang belum terjawab. Dalam diam, mencari jawaban untuk pertanyaan yang belum terjawab. Karena sejujurnya, hidup adalah rangkaian dari pertanyaan dan jawaban. Hanya bagaimana proses kita untuk menemukan jawaban dari segala pertanyaan.
Seperti malam ini. Malam yang sama seperti minggu lalu. Dengan teman yang sama. Green tea latte dan seorang teman yang selalu membuat nyaman. Ada beberapa pertanyaan yang sudah terjawab.
Seperti.
Mengapa saya memilih untuk tetap tinggal di sini, bukannya terbang pergi entah kemana?
karena Apapun itu yang menahan saya, segala ketakutan, ketidakberanian, tak punya nyali sedang dan masih akan ada dalam kepala. Segala logika mengalahkan impian terliar mengepak tas dan pergi entah kemana. Pada akhirnya kodrat sebagai wanita akan membawa kembali.
Di samping jendela Doppio Coffee, satu pertanyaan sudah terjawab.













