Berkarya Merangkai Puisi Bersama Anak-anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau
Menjadikan anak-anak panti asuhan tetap berkreasi saat masa pandemi dengan berlatih menciptakan sebuah puisi, merupakan salah satu kegiatan dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 49 Gelombang 12. Program ini juga didampingi oleh dosen pembimbing lapang yaitu Tyas Deviana, M.Pd. Pada hari Minggu, 8 Agustus 2021 kegiatan berlangsung di mushola Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau yang dibimbing langsung oleh anggota PMM mulai dari pembuatan hingga pembacaan puisi.
Kegiatan diawali dengan saling tukar pikiran terkait pengertian puisi, dilanjutkan dengan pembagian alat tulis hingga kesepakatan waktu membuat puisi. Zulfa Setyoko Pamungkas selaku pembimbing pembuatan puisi membagikan tiga tema yang dapat dijadikan inspirasi dalam menyusun puisi. Tema tersebut adalah mentari pagi, semangat dan kerja keras.
Puisi berperan sebagai media perenungan dan juga curahan hati. Saat membuat puisi seseorang bisa menuangkan idenya berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi. Ketika seseorang tidak memiliki tempat untuk mencurahkan perasaan, dapat menggunakan puisi sebagai media yang tepat.
"Sebenarnya awal itu gak bisa, karena jarang juga buat puisi apalagi temanya ditentukan. Tapi karena dibimbing oleh kakak-kakak PMM jadi bisa menyelesaikan puisi walaupun dalam 4 bait" ujar Anggun.
Anak-anak panti sangat antusias dalam membuat puisi, beberapa ada yang memilih duduk di taman untuk mendapatkan ide. Zulfa juga menyampaikan bahwa tidak perlu takut mencoba menulis puisi, karena dari percobaan itu akan ditemukan titik salah dan benarnya.
Setelah waktu selesai, seluruh anak-anak panti mengumpulkan hasil karyanya masing-masing. Zulfa sebagai pembimbing menawarkan anak-anak yang berani untuk membacakannya karyanya ke depan dan akan diberi hadiah sebuah buku puisi. Hasil karya yang baik dan dengan penghayatan saat membaca puisi menjadi kriteria yang akan mendapatkan hadiah buku.
Kegiatan ditutup dengan mengumumkan pemenang yang berhak mendapatkan buku puisi. Kriteria keseluruhan penilaian yang baik dari hasil membuat puisi hingga pembacaan jatuh kepada Agustina Sumirahayu Lestari Nur Cahya. "Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan buku puisi sebagai pemenang. Semoga kedepannya saya dan juga teman-teman di panti akan terus mengasah diri dalam membuat puisi" tutur Agustina.
Zulfa menyampaikan bahwa seluruh puisi yang dibuat anak-anak panti sangat bagus, walaupun sebelumnya banyak yang mengatakan tidak bisa. Diharapkan kegiatan membuat puisi tidak boleh berhenti pada hari itu saja, melainkan anak-anak panti bisa menghasilkan karya-karya puisi yang lebih banyak lagi.










