Namaku Adim. Aku bukan siapa-siapa. Bukan sarjana, bukan pemilik perusahaan. Aku hanya sopir harian di Kembangan, Jakarta Barat.
Setiap pagi aku hidupkan mesin mobil—bukan milikku, tapi milik Sky White Rent Car, tempatku bekerja. Kadang mobilnya Avanza, kadang Brio. Tapi semangatku selalu sama: melayani dengan jujur dan niat baik.
Mereka bilang, jadi sopir itu gampang. Duduk, nyetir, dapat uang.
Tapi mereka tak tahu, aku sering baru makan setelah semua penumpang diantar. Tak tahu juga betapa sering aku diam saat disalahkan karena macet, walau sebenarnya aku sudah putar otak lewat jalan tikus, Google Maps, dan feeling jalanan.
Aku bukan siapa-siapa. Tapi aku ingin jadi orang yang bisa diandalkan.
Pagi itu aku dapat order dari seorang ibu di Srengseng. “Mas, saya sewa mobil ke UI. Anak saya wisuda. Tapi ibu saya ikut juga, mohon sopirnya sabar dan rapi ya,” katanya lewat WhatsApp.
Aku jawab: “Siap, Bu.”
Dan memang sudah tugasku menyambut mereka dengan mobil bersih, AC dingin, aroma harum, sabuk pengaman yang mulus, dan... sedikit senyum.
Di jalan, ibu itu diam. Mungkin lelah. Mungkin cemas. Tapi sebelum turun dari mobil, dia menatap lewat kaca spion dan berkata:
“Mas... nggak semua sopir bisa serapi dan se-sopan ini. Terima kasih ya.”
Aku kaget. Senyumku mengembang. Kata-katanya sederhana, tapi jujur. Dan jujur itu mahal.
Sesampainya di parkiran, dia kasih uang tips lebih. Aku nolak pelan. Tapi dia balas,
“Ini bukan soal jasanya nyetir. Ini karena Mas menghargai kerjaan Mas sendiri.”
Aku diam. Tapi hatiku penuh. Aku bukan siapa-siapa. Tapi hari itu, aku merasa berarti.
Ada banyak orang seperti aku di jalanan.
Yang gajinya kecil. Tapi hatinya... selalu dibesarkan oleh penghargaan sekecil apa pun.
Jangan lupa beri senyum, beri pujian. Kadang itu lebih berharga daripada sekadar uang.
📍 Sky White Rent Car – Kembangan, Jakarta Barat
Untuk perjalanan yang lebih dari sekadar antar-jemput.