Hitam manis kok, Pak Dokter...
Pagi itu, seperti biasa, ikut konsulen untuk visit pagi ke pasien. Tibalah di sudut bangsal, terbaring seorang bapak-bapak kisaran usia 50-an tahun. Di sampingnya berdiri seorang perempuan bersiap menyambut dokter visit pagi.
“Selamat pagi Pak, Bu! Gimana, keluhannya apa?”“Ini Dok, perut saya sebelah sini sakit” (sambil nunjuk perut daerah samping)
Konsulen saya langsung sigap memeriksa bagian yang ditunjuk pasien.
Dokter : Bu, njenengan kalau lihat hitamnya bapak niki pripun? Ibu : nggih Dok, sejak dulu memang suami saya hitam Dokter : maksud saya, dulu hitamnya tidak seperti ini kan ? Ibu : Nggih Pak Dokter leres (benar), dulu hitamnya tidak seperti ini, tapi tetep hitam manis kok Pak Dokter” Pecahlah tawa kami semua, “wkwkwk”
Dokter : Nggih, jadi begini Bu…
Dokter : Sebentar… bukan maksud saya suudzon atau bagaimana nggih Pak, hanya ingin memastikan penyakit Bapak, nyuwun sewu… Apa dulu Bapak ada riwayat minum alkohol? Bapak : nggih Pak Dokter, leres. Tapi jaman masih muda dulu Dokter : nggihpun Pak, saya curiganya ini masalahnya di ginjal bapak. Di sini pemeriksaan lab untuk ginjal tidak ada, bagaiamana jika Bapak kulo rujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut? Bapak : Kulo manut mawon Pak Dokter.
3 hari setelah Bapak itu dirujuk, istrinya kembali ke Puskesmas untuk meminta surat pengantar untuk keperluan administrasi di Rumah Sakit.
Ketika kami tanya tentang bagaimana kabar si Bapak, istrinya mengabarkan bahwa ternyata memang benar, ada masalah di ginjal si Bapak dan harus segera hemodialisis atau cuci darah karena memang fungsi ginjalnya sudah sangat menurun.
Betapa beruntungnya si Bapak memiliki seorang pasangan (istri) yang mau menerima si Bapak, dan bersedia menemani dan merawat beliau, dengan penuh ikhlas. Semoga kita juga dianugerahkan pasangan yang mau menemani di kala suka dan duka.
Di lain sisi, agak disayangkan sebenarnya, jika mulai menginjak masa tua, harus dilalui dengan penyakit kronis dan harus rutin bolak-balik ke rumah sakit untuk perawatan rutin. Menjadi pelajaran juga, untuk kita semua untuk sebisa mugkin mencegah,
Kalau bisa dicegah kenapa tidak ?
Agar di masa tua, bisa fokus ibadah bersama keluarga daripada harus bolak-balik RS kaan …








