SEBANYAK 28 orang calon Duta Baca Kota Bandung 2025 mulai mengikuti prakarantina di Aula Lantai 3 Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Ko
SEBANYAK 28 orang calon Duta Baca Kota Bandung 2025 mulai mengikuti prakarantina di Aula Lantai 3 Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung.
Para peserta terpilih dari seleksi administrasi berkumpul untuk memulai perjalanan mereka menuju panggung Grand Final sebagai calon ikon literasi kota.
Mengusung tema “Membangun Masyarakat Cerdas dalam Menghadapi Tantangan Informasi di Era Digital”.
Ajang ini juga jadi forum pembinaan dan pembentukan karakter generasi muda yang literat, kritis, dan adaptif terhadap derasnya arus informasi digital.
LAMPUNG7COM | UPT Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) menggelar acara penobatan Duta Baca dan Finalis Duta Baca tahun 2023 pada Rabu, 4 Oktober 2023. Dua mahasiswa Unila terpilih sebagai Duta Baca Perpustakaan Unila tahun 2023.
Mereka yakni Achmad Bintang Herida Kasuma dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Putri Aryanti Fadillah dari Fakultas Teknik. Selain itu, ada 34 mahasiswa yang menjadi…
Mari Kita Rayakan 14 Maret Sebagai Hari Aksara Nasional
Mari Kita Rayakan 14 Maret Sebagai Hari Aksara Nasional
Oleh Gol A Gong
Sebelum memulai tulisan ini, izinkan saya mengucapkan: Selamat Hari Aksara Internasional, 8 September 1966 – 2023.
Hari Aksara Internasional berawal dari Konferensi Pemberantasan Buta Huruf di Teheran, Iran, 8-19 September 1965. Peserta konferensinya Mentri Pendidikan sedunia. Saat itu Mendikbud RI dari Kabinet Dwikora,…
Peserta Duta Baca Kota Cilegon Bakal Dites Wawasan Kebangsaan
Peserta Duta Baca Kota Cilegon Bakal Dites Wawasan Kebangsaan
CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Cilegon bakal melakukan tes wawasan kebangsaan kepada peserta yang lolos administrasi pada pemilihan duta baca daerah dan pelajar tingkat Kota Cilegon tahun 2022.
Rencananya tes kebangsaan dilakukan Selasa, 15 Maret 2022 bertempat di aula DPAD Kota Cilegon Jalan Pangeran Jayakarta No. 1A Cilegon.
Melansir dari akun…
Halo! Tiga bulan yang lalu, tepatnya tanggal 24 Juli 2017, aku ikut seleksi Duta Baca Kota Tangerang 2017 nih. “Kan, udah jad Duta Anak, Sar, emang gak capek?” Yup, aku dipilih langsung oleh wakasek buat ikut seleksi ini. Awalnya sih, mikir-mikir lagi. Yakin mau ikut? Tapi apa salahnya buat mencoba, lagipula aku juga suka banget baca, so... ya, aku ikut.
Sebelumnya, aku mau cerita nih, tentang proses seleksinya. Sebelum daftar dan ngasih berkas-berkas pendaftaran, kita juga harus bikin esai tentang pengalaman pribadi dalam dunia membaca. Esaiku sendiri isinya tentang manfaat membaca yang aku rasakan langsung. Setelah daftar, baru deh, tanggal 24 Juli 2017 dipanggil untuk seleksi wawancara dan tertulis.
Seleksi wawancaranya, wah... bener-bener deh. Baru kali ini aku ikut seleksi wawancaranya dilakukan di depan umum. Di atas panggung pula. Tapiii, setelah di atas panggung, rasanya nggak se-menakutkan itu kok, malah akunya enjoy aja ngejawab pertanyaan juri. Hehehe.
Setelah wawancara ada tes tertulis, abis itu selesai deh. Pengumuman finalis 10 besar diumumin keesokan harinya, tanggal 25 Juli 2017. Alhamdulillah, aku lolos jadi finalis. Bahkan nilaiku pun tertinggi kedua se-Kota Tangerang. Di hari itu juga langsung ada karantina finalis selama dua hari satu malam, sampai tanggal 26 Juli 2017.
Banyak banget ilmu yang aku dapat selama karantina. Kita jadi sadar dan belajar bahwa ternyata kemampuan literasi juga merupakan hak setiap orang dan dasar untuk belajar sepanjang hidup. Kemampuan literasi yang awalnya berarti kemampuan membaca, kemudian ditambah juga dengan kemampuan menulis, ternyata literasi sendiri nggak cuma tentang baca dan tulis lho, tapi literasi juga mencakup banyak bidang, contohnya bidang sosial, matematika, sains, dan masih banyak lagi, karena bisa dibilang kemampuan literasi merupakan modal utama bagi generasi muda dalam belajar dan untuk masa depan.
Ngomong-ngomong tentang karantina... karantinanya ngapain aja? Pertama, ada wawancara (lagi). Wawancaranya ada 4 sesi dan ada satu sesi di mana wawancaranya full English. Kedua, finalis bikin makalah beserta bahan presentasinya dan harus dipresentasikan besok pagi. Setelah presentasi, time to have fun! Finalis diajak pergi ke Gramedia dan bebas pilih satu buku yang mau dibeli secara GRATIS! Wow, free book! Siapa sih, yang nggak mau?
Keesokan harinya, tanggal 27 Juli 2017, grand final! Juara 1 Reinna, juara 2 Christian alias Ming Ming, dan juara 3 Rafli. Selamat untuk kalian!
Siapapun kita, kita juga harus jadi duta baca untuk diri sendiri dan orang lain. Karena bukan cuma tubuh lho, yang perlu asupan, tapi otak kita juga. Gimana caranya? Yup, dengan membaca.
Oh iya, hari ini juga Hari Sumpah Pemuda. Buat para pemuda, yuk kita mulai realisasikan Sumpah Pemuda lewat hal-hal kecil, salah satunya dengan meningkatkan minat baca, karena berani bersumpah berarti berani berubah. Salam literasi dan selamat Hari Sumpah Pemuda! :)
Minat Baca Indonesia Terendah Di Asia, Berikut Ini Penyebabnya
Minat Baca Indonesia Terendah Di Asia, Berikut Ini Penyebabnya
Sobatjogja – Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, bahkan terendah di Asia. Najwa Shihab selaku Duta Baca Indonesia periode 2016-2020, mengatakan bahwa menurut sebuah survey,Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Sungguh mencengangkan bukan ?
Minat Baca Indonesia Terendah Di Asia, Berikut Ini Penyebabnya (photo by mirror)
Are you the next Jakarta’s Book ambassador?
Be ready for Abang dan None Buku Jakarta Utara 2011 competition and get a chance to become the next Abang dan None Buku Jakarta 2011!
KLIK DISINI UNTUK PERSYARATAN DAN PENDAFTARAN