Bagi saya, dalam urusan ilmu kehidupan juga keimanan, suami dan istri haruslah satu frekuensi dan satu pemahaman. Kalau beda, maka rumah tangga bakal sangat rumit. Contoh, jika suami berfikir istri terbaik adalah yang diam di rumah, sedang istri berfikir bahwa istri terbaik adalah yang bisa berkarir tinggi di kantoran sana, ya tidak bakalan nyambung, dan akan ada ketidaknyamanan dalam hati masing-masing. Karena itu penting menyamakan frekuensi dan persepsi antara suami istri, tentang urusan hidup juga keimanan. _ Singkat cerita, beberapa bulan lalu saya ikut kegiatan #EliteCircle dari @muda.community . Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya dapat pandangan dan ilmu baru untuk menjalani hidup ke depan, termasuk akan mempengaruhi urusan rumah tangga. Karena itu, 2 bulan setelahnya, saya langsung arahkan agar istri saya juga ikut kegiatan ini. Alhamdulillah, selasa kemarin istri sudah selesai mengikuti 10 sesi materi tersebut. Sengaja saya minta istri ikut, agar pandangan kami berdua tentang menjalani kehidupan, menjalani rumah tangga, menjalani peran ayah & ibu, menjalani peran seorang muslim, peran menjadi seorang hamba, bisa satu frekuensi. Bagi saya, jangan sampai suami pintar, namun meninggalkan istrinya di belakang, begitu juga sebaliknya. Rumah tangga itu dikerjakan bersama, maka pastikan partner kita memiliki pemahaman yang sama dengan apa yang kita pahami. Sa-guru, sa-buku, sa-elmu l _ In frame, our family with mentor @muhammad.elvandi . #Choqiisyraqi #prouductiveinfluencer https://www.instagram.com/p/B1xcQusBKd_/?igshid=wp0ttw44mn03












