Tidak Perlu Terburu-buru
Berdoalah dengan tenang, sebab dunia masih bisa menunggumu sampai kamu selesai berdoa, masalahmu itu butuh untuk diselesaikan, sementara kamu membutuhkan doa untuk menguatkan. Pelan-pelan saja dalam berdoa, ya.
Kamu tahu, bahkan soal menjemput itu jangan pula tergesa-gesa, sebab dari ketergesaan itu kamu sering lupa membawa sesuatu yang penting, atau bisa jadi kamu lupa membawa bekal terbaik untuk perjalanan, itu pula yang barangkali menjadikanmu gagal pada yang sebelumnya. Sesuatu yang sudah menjadi takdirmu, tetap akan jadi milikmu meski kamu datang dengan lambat atau cepat. Yang membedakan hanya soal kesiapan dan perbekalannya saja, karena banyak yang gugur atau putus di tengah jalan karena 2 hal tadi. Tidak semuanya, hanya beberapa.
Benar, hidup ini bukan soal berlomba siapa yang paling banyak uang, jabatan, atau prestasinya. Sebenarnya hidup itu adalah soal menikmati hidupnya sendiri, soal penghambaannya pada pemilik dunia dan pemilik takdir dirinya. Namun, akhirnya semua rusak dan terdegradasi hanya karena sosial media yang menjadi rujukan standar diri, membandingkan dengan kehidupan orang lain dan berandai-andai itu adalah hidupnya.
Pelan-pelan saja dalam berdoa dan meminta, nikmati setiap kata yang keluar dari lisan dan hati. Begitu pula dengan tujuan yang sedang kamu tapaki saat ini, pelan-pelan saja, atur ritme dan napas perjalanan, kembali mengecek persiapan dan perbekalan. Dan pada ujungnya, carilah yang berkah dan penuh kebaikan, ya.
Selamat meneruskan perjalanan. Iya, kamu dan aku.
@jndmmsyhd


















