Air memiliki peran yang sangat penting atas kehidupan yang ada di muka bumi. Selain menjaganya upaya konservasi terus digalakkan agar persediaan air tetap lestari dan terjaga dengan baik. Salah satu upayanya dapat dilakukan melalui pembuatan embung.
Embung atau cekungan penampung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan, serta meningkatkan kualitas air, seperti sungai dan danau.
Embung menjadi bangunan konservasi air daerah cekungan seperti sungai atau aliran air yang lain, dan merupakan salah satu inovasi menahan juga menjadi tempat tampungan air yang mempunyai banyak manfaat, (Direktorat Pengelolaan Air Irigasi, Kementerian Pertanian, 2011).
Setiap tahunnya kota Mojokerto mengalami penutupan dan pengalihfungsian lahan. Hal tersebut berimbas pada sungai-sungai, seperti sungai Brantas dan anak sungainya yakni Kali Sadar yang melintasi kota Mojokerto kerap kali mengalami peluapan. Belum lagi permasalahan terkait pendangkalan dan penyempitan badan sungai membuat debit air yang ditampung kian minim.
Dilansir dari repository.ub.ac.id, pembangunan embung sudah tertuang dalam RPJM Kota Mojokerto Tahun 2018-2023 dan merupakan salah satu program prioritas pembangunan di Kota Mojokerto. Tetapi embung yang akan direncanakan pembangunannya belum memiliki lokasi yang sesuai, sehingga masih dilaksanakan studi untuk menentukan lokasi embung.
Namun tercatat terdapat embung berupa danau di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dengan nama Sumber Lumpang.