Sempatkan dan Biasakan Sarapan Pagi, Mulai Hari ini
Siapa yang seringkali melewatkan sarapan pagi—suatu kegiatan makan dan minum dari bangun tidur sampai dengan pukul 09:00 pagi?
Mengapa tidak sarapan? Padahal yang namanya diabaikan, dilewatkan, dan dilupakan itu tidak mengenakan loh! Pasti alasannya tak jauh dari; takut terlambat ke sekolah, kampus, atau kantor, sering merasa mual atau mulas, dan tidak biasa sarapan. Klasik, Bro Sist! Padahal semua ada jalan keluarnya. Jika takut terlambat, maka bangunlah lebih pagi atau pilih menu sarapan yang praktis dan tidak membutuhkan waktu banyak untuk proses memasaknya. Kalau sering merasa mual, mulas, atau tidak terbiasa sarapan, maka biasakan! Ulangi kebiasaan sarapan minimal 30x, karena biasanya kebiasaan baik akan terbentuk jika sudah melakukan paling tidak 30x pengulangan. Jika sudah diulang-ulang, lambat laun sarapan akan menjadi suatu kebutuhan--yang jika terlewat akan terasa seperti ada yang hilang.
Sayang sekali loh, jika terlalu sering tidak sarapan pagi. Karena akibat dari tidak sarapan akan menyebabkan tubuh tidak mempunyai energi yang cukup untuk melakukan aktivitas terutama dalam proses belajar. Saat bangun tidur kadar gula darah di dalam tubuh kita rendah, karena ternyata selama tidur tubuh tetap melakukan proses oksidasi guna aktivitas organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan otot-otot tubuh lainnya. Gula darah saat bangun tidur hanya cukup untuk persediaan sekitar 2 jam. Gula darah bagi tubuh ibarat bensin bagi mobil, bila energi yang masuk ke dalam tubuh kurang tentu akan mempengaruhi tumbuh kembang, baik tubuh maupun otak, terutama bagi anak-anak yang tengah berada pada masa pertumbuhan.
Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak sekolah yang tidak sarapan pagi umumnya tidak kreatif serta agak lamban dalam berpikir. Penelitian yang saya lakukan di tahun 2013 lalu pun menyimpulkan bahwa anak yang tidak sarapan pagi akan cenderung memiliki konsentrasi belajar yang rendah. Hal ini disebabkan karena rendahnya gula darah tadi. Kadar gula darah yang berada di bawah normal akan menimbulkan gejala hipoglikemia seperti cepat lelah, daya kerja, dan konsentrasi berpikir menurun. Dengan demikian, tidak heran bila anak yang tidak sarapan pagi memiliki daya tangkap dan konsentrasi belajar yang kurang dibandingkan anak yang terbiasa sarapan. Jika terus menerus akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Begitu pula dengan pekerja, tidak sarapan akan berdampak terhadap kinerja sehari-hari dan menurunnya produktifitas.
Pict: @energen_id (instagram)
Waktu sarapan pagi adalah dari bangun tidur sampai dengan pukul 09:00 pagi. Sedangkan energi sarapan pagi yang dianjurkan adalah 20-25% dari kebutuhan sehari atau sekitar 200-300 kalori. Untuk menyusun menu sarapan pagi harus diperhatikan kelengkapan zat gizi yang terkandung di dalamnya seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Pilihlah ,enu sarapan pagi yang praktis, cepat, sehat, bergizi, dan berimbang agar mempermudah kita sehingga tidak ada alasan lagi untuk melewatkan sarapan. Energen bisa menjadi salah satu solusi yang paling tepat. Kandungan gizinya sangat lengkap, ada karbohidrat dari jagung, oat, juga gandum, protein dari susu dan telur, dan tentunya dilengkapi dengan vitamin dan mineral yang terangkum dalam formula sigmavit—terdiri dari asam folat, kalsium, vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, dan E.
Nah, sekarang sudah tahu ya, akibat dari melewatkan sarapan apa saja, manfaat sarapan pagi ternyata juga banyak, dan dikasih tips agar tidak ada alasan untuk tidak sarapan lagi—dengan yang praktis-praktis namun tetap bergizi.
Tidak sempat, tidak mau, tidak bisa, tidak terbiasa sarapan pagi? Jangan lagi ya!
Jika tidak sempat, maka sempatkan. Jika tidak terbiasa, maka biasakan.
Bentuk kebiasaan baik, dari mulai sekarang. Salah satunya sarapan pagi yang sehat dan terpenuhi gizinya;
sarapan sehat untuk aktivitas sehari-hari, sarapan sehat untuk mendukung prestasi, sarapan sehat untuk produktifitas yang lebih baik lagi, dan tentu sarapan sehat untuk diri sendiri!
Salam sehat,
Jangan lupa sarapan pagi sebelum pukul 09:00 pagi!










