Mahasiswa merupakan sebutan untuk seseorang yang tengah belajar pada jenjang perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan masa dimana seseorang memiliki keinginan yang begitu besar namun dapat terorganisir. Dalam hal ini, mahasiswa yang memiliki keinginan yang besar baik itu berupa hasrat melakukan sesuatu atau hasrat keingintahuan dapat melampiaskannya pada sebuah kegiatan bernilai positif baik di dalam universitasnya maupun di luar universitasnya. Bila mahasiswa tersebut lebih memilih melampiaskan keinginannya di luar universitasnya, mahasiswa tersebut dapat melakukan sesuatu seperti penyuluhan-penyuluhan atau memb uat suatu kegiatan bersama komunitas lain. Sedangkan mahasiswa yang lebih memilih untuk melampiaskan keinginannya di dalam universitasnya dapat melampiaskannya melalui kegiatan-kegiatan ekstra yanng memang diadakan di universitas tempat ia mengemban ilmu.
Contoh dari kegiatan ekstra dalam universitas adalah unit kegiatan mahasiswa. Di dalam unit kegiatan mahasiswa, seorang mahasiswa dapat melampiaskan keinginannya dengan suatu hal yang bernilai positif. Mahasiswa tersebtu dapat mengikuti kegiatan yang mengasah kemampuan seninya atau pun yang mengasah kemampuan intelektualnya. Atau mahasiswa tersebut dapat mengikuti kegiatan yang mampu mengasah atau memperkuat jiwa kepemimpinannya. Semua pilihan itu kembali diserahkan kepada mahasiswa itu sendiri.
Selain itu, seorang mahasiswa tak hanya boleh aktif di dalam kegiatann ekstranya. Tetapi ia juga harus aktif di dalam dunia pendidikannya sendiri. Karena buat apa mahasiswa itu sekolah kalau pada akhirnya ia lebih memilih kehidupan berorganisasinya dibandingkan kehidupan pendidikannya. Dalam hal ini, mahasiswa tersebut hanya membuang-buang waktunya saja dan juga menyia-nyiakan materi yang dimilikinya.
Mahasiswa yang berorganisasi pastilah harus memiliki pendidikan yang baik. Karena dalam berorganisasi tak hanya butuh fisik semata, tetapi juga butuh akal. Dan karena itu, mahasiswa di sini dituntut untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi di samping ia menjadi seorang yang berorganisasi. Mahasiswa yang telah memiliki keduanya, yaitu mahasiswa berprestasi dan mahasiswa organisator pasti akan memiliki tempat tersendiri di fakultasnya jika ia memang berorganisasi difakultasnya atau mungkin di universitasnya jika mahasiswa tersebut lebih memilih mengikuti kegiatan ditingkat universitas.
Banyak pertanyaan yang muncul untuk mahasiswa yang berprestasi sekaligus organisator. Salah satunya adalah bagaimana bisa mereka menjalani keduanya dengan baik. Menjaid seorang yang berprestasi tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Dan kini ditambah dengan mahasiswa tersebut yang berorganisasi. Pastilah orang-orang tersebut beranggapan bahwa pasti mahasiswa tersebut akan mengorbankan waktu istirahat mereka. Tetapi jika kita telisisk lebih dalam lagi, seorang mahasiswa yang berprestasi pastilah seorang mahasiswa yang intelektual. Mahasiswa tersebut pasti pintar dan pastinya ia mengerti apa fungsi dari waktu istirahat. Dan karena itulah mahasiswa tersebut pasti tak akan mungkin mengorbankan waktu istirahatnya.
Dalam permasalahan ini, jika ada pendapat yang mengatakan bahwa perlu ada salah satu yang dikorbankan tetapi bukan kegiatan perkuliahan maupun keorganisasian melainkan waktu istirahat. Pendapat tersebut tak dapat disalahkan dan juga tak dapat dibenarkan. Pendapat tersebut bisa menjadi benar jika memang sudah tak ada lagi kesempatan untuk melakukann keduanya, belajar dan berorganisasi. Tetapi lebih bijak lagi jika kita tetap menggunakan waktu istirahat kita dengan baik tanpa harus menguranginya, dan menjalankan kewajiban kita sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai anggota suatu organisasi.
Bagimana??
Semua itu dapat terwujud dengan melakukan pemetaan jadwal. Maksudnya adalah, seorang mahasiswa yang memiliki kegiatann selain kegiatan perkuliahannya disarankan untuk membuat jadwal yang berisi hal-hal yang harus ia kerjakan. Mulai dari yang paling penting dan mendesak hingga tidak penting dan tidak mendesak. Dan jika sampai batas waktu seorang mahasiswa belum mengerjakan tugas yang mausk ke dalam kategori tidak penting dan tidak mendesak, yasudah selama yang penting dan memiliki perngaruh besar terhadap kehidupannya sebagai seorang mahasiswa telah terselesaikan, tugas tersebut tak usah dipermasalahkan. Tetapi jika mahasiswa tersebut masih memiliki waktu untuk mengerjakan tugasnya, ya lebih baik mahasiswa tersebut menyelesaikan semua tugasnya.
Jadi sebenarnya mahasiswa yang berprestasi itu tak akan luput dari seorang mahasiswa yang berorganisasi. Karena beprestasi dan berorganisasi sangat erat kaitannya. Seorang mahasiswa berprestasi bisa menjadi berprestasi mungkin karena organisasi yang diikutinya.