Mengenal Refractive Lens Exchange, Cara Lain Atasi Kelainan Refraksi Selain Lasik
Teknologi kesehatan yang semakin berkembang saat ini membuat sarana penyembuhan terhadap berbagai penyakit makin beragam. Tak terkecuali masalah kesehatan mata seperti kelainan refraksi yang sangat umum diderita orang-orang. Selama ini, jika membahas tentang penanganan kelainan refraksi seperti miopia (rabun jauh), hipermetriopia (rabun dekat), atau astigmatisme (silinder) di samping pemakaian kacamata dan lensa kontak, pikiran mungkin akan langsung tertuju pada operasi lasik. Ini karena prosedur tersebut merupakan metode yang paling populer untuk menyembuhkan mata supaya tidak perlu lagi bergantung pada alat bantu penglihatan.
Namun, tahukah kamu, bahwa ternyata kelainan refraksi tidak selalu bisa disembuhkan dengan lasik? Ini karena setiap pasien memiliki kondisi medis yang berbeda-beda sehingga tidak semuanya memenuhi syarat untuk menjalani prosedur satu ini. Syarat-syarat tersebut antara lain:
1. Angka minus, plus, dan silinder hanya mencapai tingkat tertentu, dengan rincian:
- Miopia : -1.00 sampai -12.00 D
- Hypermetriopia : + 1.00 sampai +8.00 D
- Astigmatisma : 1.00 sampai 5.00 D
2. Tidak memiliki gangguan mata seperti glaukoma, katarak, mata kering, atau luka di sekitar mata dan kornea.
3. Pasien berusia minimal 18 tahun.
4. Memiliki ketebalan kornea yang memadai. Ini karena kornea yang terlalu tipis dapat berdampak buruk pada pasien ketika dikikis saat melakukan lasik.
Padahal, banyak pula penderita kelainan refraksi dengan tingkat keparahan lebih dari itu, atau disertai dengan gangguan mata seperti yang disebutkan di atas. Hal itu tentu sangat mengganggu, terutama karena kelainan refraksi parah yang tak segera ditangani dapat berujung pada masalah yang lebih serius, seperti retina lepas hingga kebutaan. Nah, di sinilah metode Refractive Lens Exchange hadir sebagai solusi.
Apa Itu Refractive Lens Exchange dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Refractive Lens Exchange (RLE), atau kadang juga dikenal sebagai Clear Lens Exchange (CLE) merupakan prosedur untuk mengganti lensa asli pada mata dengan lensa sintetis alias buatan. Tujuannya untuk menyesuaikan kekuatan lensa mata yang berfungsi untuk mengatur fokus cahaya supaya cahaya jatuh tepat di bintik kuning retina. Dengan begitu, penderita kelainan refraksi dapat kembali melihat dengan jelas tanpa bantuan alat. Operasi dilakukan dengan membelah inti lensa untuk kemudian disedot keluar sebelum akhirnya ditanami lensa sintetis. Pada dasarnya, RLE sama dengan prosedur operasi penyembuhan katarak.
Hal ini berbeda dengan lasik. Pada operasi lasik atau Laser Assisted In-Situ Keratomileusis, perbaikan dilakukan pada bagian kornea. Mulanya, dibentuk flap (cangkok jaringan kulit) pada lapisan kornea menggunakan laser femtosecond. Setelah flap dibuka, bentuk kornea diperbaiki menggunakan laser excimer untuk menyesuaikan kelengkungan dan kekuatannya sehingga penderita dapat melihat kembali dengan normal.
Risiko Melakukan Refractive Lens Exchange
Seperti prosedur lainnya, melakukan RLE bukannya tanpa risiko. Salah satu risikonya adalah timbulnya ablasio retina, terutama pada penderita miopi tingkat berat. Ablasio retina atau retinal detachment merupakan keadaan di mana terlepasnya retina dari posisi aslinya yang dapat berujung pada kebutaan permanen.
Namun, bukan berarti kamu harus menghindari prosedur ini sama sekali, apalagi jika dokter mata sudah menyarankan. Oleh karenanya, penting untuk berkonsultasi dan mengikuti berbagai saran dan arahan dari dokter selaku pihak yang ahli dan berpengalaman. Selain itu, kamu juga bisa meminimalisir risiko yang ada dengan memilih klinik mata yang terpercaya dengan tenaga medis berpengalaman.
Saat ini, banyak klinik terpercaya yang bisa kamu pilih untuk berkonsultasi mengenai kesehatan mata. Salah satunya Klinik Mata KMU yang memiliki berbagai cabang di kota-kota Provinsi Jawa Timur. Sebagai klinik yang telah belasan tahun berdiri dengan ratusan dokter mata dan tenaga kesehatan yang telah menangani ribuan operasi mata dengan berbagai metode mulai dari Femto-Lasik, PRK, implan lensa, hingga RLE, kamu tak perlu lagi ragu menjalani prosedur untuk menjaga kesehatan matamu. Ingat, mata adalah kunci untuk menjalani hidup yang produktif dan berkesan, jadi jangan ragu untuk memprioritaskan kesehatan matamu mulai dari sekarang!
Sumber:
https://kmu.id/4-pilihan-solusi-bebas-kacamata-minus-silinder-lasik-retina/
https://www.webmd.com/connect-to-care/lasik/what-is-refractive-lens-exchange
https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/lasik-mata-persyaratan-hasil-dan-risiko-operasi/
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/clear-lens-extraction












