[Additional Economic Science]
Kenapa Emas Tidak termasuk Barang Investasi?
Hai selamat malam, kali ini saya akan membahas dan menjelaskan ulang dari podcast Melvin Mumpuni yang bisa kalian kunjungi di website finansialku.com, menurut beliau emas bukanlah barang investasi salah satu logam mulia, tulisan ini juga akan ditambah dengan pengetahuan yang saya miliki dan tamabahan yang seperlunya, dengan penjelasan yang tidak meluas untuk menjelaskan bahwa emas bukanlah barang investasi.
Emas adalah salah satu logam mulia yang sudah didayagunakan oleh manusia sejak zaman dahulu. Emas juga merupakan salah satu aset yang sangat berharga karena kelangkaannya. Emas bukan barang Investasi. Kenapa? Karena nilai pertambahan nominal yang terjadi pada emas bukan karena nilainya yang meningkat, melainkan karena harga rupiah yang mengalami penurunan. Kesimpulan sementara, ketika kalian membeli emas untuk tujuan berinvestasi (yang artinya berharap memperoleh keuntungan di masa yang akan datang, dengan konsep harga jual lebih besar dibanding harga beli) secara tidak langsung kalian hanya berharap bahwa negeri ini megalami peningkatan inflasi dan ini adalah hal yang buruk.
Emas bukanlah barang investasi, tetapi bisa dikatakan sebagai pegangan yang paling aman, atau bisa dikatakan sebagai dana darurat. Emas bisa mempertahankan nilainya dari inflasi. Contohnya seperti ini, anggaplah ada 2 orang yang masing-masing memiliki uang sebesar 1 juta. Si A memilih untuk menukarkan seluruh uangnya untuk membeli emas sekian gram, sedangkan si B lebih suka untuk menyimpan di dompetnya untuk motif spekulasi. Pada tahun berikutnya ternyata perekonomian mengalami inflasi sebesar 5%. Sudah pasti ketika terjadi inflasi maka nilai rupiah menjadi turun sebesar 5%. Si A tidak merasa tidak dirugikan karena Emas yang dia miliki seberat sekian gram ketika ditukarkan kembali dengan rupiah akan menjadi sebesar 1.050.000, secara sepintas mungkin nilai uang yang dimiliki si A mengalami keuntungan, nyatanya si A menukarkan uangnya menjadi Emas agar dia tidak mengalami kerugian karena nilai riil yang dimiliki si A masih sama yaitu 1 juta seperti tahun sebelumnya. Sedangkan si B sudah pasti mengalami kerugian, meskipun uangnya hanya disimpan di rumah dan tidak dibelanjakan, karena ada inflasi sebesar 5% maka nilai uang riil yang dimilik si B saat ini menjadi 950.000.
Ditegaskan sekali lagi yang menjadi fokus itu emas tidaklah mengalami kenaikan harga, melainkan nilai mata uang rupiah yang mengalami penurunan. Sebaiknya emas hanya dijadikan sebagai dana darurat, bukan dijadikan objek Investasi
Sekian dari penjelasan saya, sumber topik dari podcast finansialku host Melvin Mumpuni, yang sudah saya tambah-tambahkan.














