Keisengan terkadang bisa berbuah keseriusan seperti halnya para personil Rollfast, band psychedelic rock dari pulau dewata ini. Berawal dari keisengan mereka yang ingin membuat sebuah band sekolah pada tahun 2011 lalu ternyata mampu membawa mereka melaju lebih serius hingga seperti sekarang.
Band yang digawangi oleh Agha Praditya (vokal), Arya Triandana (bass), Gungwah Brahmantia (gitar), Bayu Krisna (gitar), dan Ayrton Maurits Willem (drum) ini mengusung genre rock. Dalam bermusik kelima pemuda ini sepertinya enggan memberikan batasan terhadap genre yang mereka bawa. Dalam musikalitas Rollfast lebih ekperimental, hal ini terbukti ketika ditanya perihal musik mereka yang pada dasarnya mengusung konsep rock namun tidak menutup diri oleh unsur-unsur di luar konsep rock.
Menyoal referensi, Black Sabathlah yang menjadi inspirasi mereka disusul beberapa band seperti Led Zeppelin, Pink, Floyd, Jimmy Hendrix, Genesis dan masih banyak lagi. Namun masing-masing personil mempunyai kiblat sendiri dalam bermusik, berangkat dari selera musik yang berbeda-beda Rollfast berhasil menciptakan kuintet rock psychedelic yang layak masuk dalam list band favorit kalian.
Terbentuk sejak tahun 2011 lalu band ini telah mengeluarkan satu Album yang berjudul “Lanes Oil, Dream is Pry” dan dua mini album yang berjudul “Rollfast dan Live at Jizz Jazz Studio”. Tema lirik yang diangkat oleh Rollfast sendiri sarat akan hal-hal yang terjadi di lingkungan mereka, baik itu internal maupun eksternal.
Band ini kerap tampil di perhelatan musik Bali dan nasional, mereka juga sangat vokal menolak reklamasi teluk Benoa. Tidak hanya di pulau sendiri, Rollfast juga mulai dikenal diluar pualu Bali bahkan di luar negeri. Rollfast diberi kesempatan manggung di sebuah perhelatan yang di selenggarakan oleh Tokyo Psych di Jepang pada September 2014 kemarin, dan tidak hanya itu band ini juga sempat bermain di beberapa gigs di Nagoya Jepang. Saat ini Rollfast telah menjadi salah satu band yang cukup disegani di Indonesia karena jam terbang mereka manggung di beberapa event bergengsi nasional dan lokal, yang paling hebatnya mereka juga berhasil meraih penghargaan sebagai ‘Best Metal Performance’ pada Hammersonic Awards 2017 mengalahkan band-band besar Indonesia yang juga masuk nominasi seperti Burgerkill, Deadsquad, Rollfast, Jasad, hingga Seringai.
Ditanya perihal rencana Rollfast ke depan mereka sepertinya masih merahasiakan gebrakan terbarunya. Tapi apapun yang terjadi kedepannya semoga kalian tetap kompak dan teruslah berputar seperti roda Rollfast!
Milledenials Rilis Single Terbaru dengan tajuk “Precious Me, Feel Any Pain”.
Band indie asal Denpasar - Bali, Milledenials, kembali merilis single terbaru mereka yang berjudul "Precious Me" & "Feel Any Pain". Single ini mengusung genre modern shoegaze dalam fast-paced tempo yang dicampur dengan elemen emo-core yang menciptakan kesan unik bagi pendengarnya.
Milledenials adalah band indie asal Denpasar yang terbentuk pada tahun 2020. Mereka memiliki ciri khas tersendiri dengan mencampurkan berbagai genre musik yang berbeda, seperti shoegaze, emo, indie rock, dan dream pop. EP pertama mereka yang berjudul "5 Stages of Doomed Romance" dirilis pada tahun 2021 dan menancapkan radar di kancah musik indie Indonesia. Saat ini, Milledenials sedang mempersiapkan EP kedua mereka dan siap untuk kembali menghibur para penggemar musik di Indonesia via “The Peak of Youth Life Tour”.
"Precious Me" bercerita tentang keadaan terjebak dalam hubungan yang saling menyedihkan, sementara "Feel Any Pain" menceritakan tentang stres pasca-tour dan kelelahan. Lirik kedua lagu ini sangat personal dan bisa dihubungkan dengan pengalaman kehidupan anak muda sehari-hari.
Single ini direkam di studio Rock the beat music dan di-mix dan mastering oleh Kusuma Widhiana. Proses rekaman dan produksi dilakukan dengan hati-hati dan teliti, sehingga menghasilkan kualitas suara yang baik.
"Kami sangat senang bisa merilis single terbaru ini menjelang perilisan EP kedua nanti, Kami berharap lagu-lagu ini bisa dinikmati oleh banyak orang dan menjadi inspirasi serta berbicara bagi mereka yang mengalami situasi yang serupa." ujar Milledenials.
Single "Precious Me" & "Feel Any Pain" tersedia di semua platform digital musik mulai dari tanggal 29 April 2023. Dapatkan segera dan jangan lewatkan pengalaman mendengarkan lagu-lagu baru dari Milledenials.
It’s the beginning of a new year and a new feature for the site. We would like to showcase a different heavy metal band as often as possible that fans might not be aware of that we believe you might like.
We would like to spotlight great bands that might not be as in the public eye as say, bands like Metallica or Judas Priest. Bands deserving of recognition that might need some help. Young…
It’s the beginning of a new year and a new feature for the site. We would like to showcase a different heavy metal band as often as possible that fans might not be aware of that we believe you might like.
We would like to spotlight great bands that might not be as in the public eye as say, bands like Metallica or Judas Priest. Bands deserving of recognition that might need some help. Young…
Satu Per Empat merupakan band asal Jakarta yang beranggotakan Bismo Triastirtoaji (vokalis); Audi Adrianto (gitaris); Rigaskara (bassist); dan Levi Stanley (drumer). Pada 2015, Satu Per Empat pernah merilis “Plaza” sebagai lagu bebas-unduh di situs web Rolling Stone Indonesia. Kini, Satu Per Empat tengah menyiapkan album debut berjudul Pasca Falasi yang akan dirilis pada 2019.
Setelah kemarin menggebrak lewat single “Alibi Abadi”, grup musik Satu Per Empat merilis single kedua yang bertajuk “Ephemeral”. Lagu ini dirilis bersama Rekaman Pots sebagai bagian dari album perdana Satu Per Empat, Pasca Falasi, yang akan meluncur Oktober 2019 nanti.
Ephemeral mengartikan pertemuan dan perpisahan. Dan di antara kedua kutub itu, salah satu hal yang penting adalah menikmati waktu—merekam momen berharga—bersama orang-orang tercinta. Proses pembuatan lagu ini pun menandakan harmoni antara Bismo Triastirtoaji sebagai penulis lirik dan Audi Adrianto sebagai gitaris Satu Per Empat.
Suatu waktu, Audi memperdengarkan demo musiknya kepada Bismo untuk dijadikan lirik. Dalam penyusunannya, Bismo hanya mengingat satu kenangan bersama Audi di Yogyakarta. Kala itu, mereka berdua menghabiskan waktu bersama di hamparan bukit hijau, Candi Boko. Tidak ada yang berbicara. Keduanya hanya merebah, menatap langit, menanti matahari tenggelam. Begitulah lagu ini lahir.
Audi tidak pernah menyangka kalau lirik guratan Bismo akan berbicara tentang ketidakkekalan hidup. Selain menggambarkan kenangan mereka di Candi Boko, Audi mengakui bahwa lirik “Ephemeral” sangat relevan dengan perasaan yang pernah ia alami dulu. “’Ephemeral’ jadi salah satu lagu yang punya makna paling personal buat gw di album Pasca Falasi ini,” tutur Audi.
“Ephemeral” dilepas di layanan digital music streaming(Spotify, Apple Music, Deezer, dan Joox) pada 16 Agustus 2019 bersamaan dengan video klip garapan Greg Soegono. Sebelumnya, Greg Soegono pernah menggarap video klip “Plaza”, single bebas unduh Satu Per Empat di laman Rolling Stone Indonesia. Greg Soegono adalah salah satu Co-Founder kanal Sunyata yang sekaligus berperan dalam divisi kreatif Sunyata.
Nashville rockers, Jon Worthy & The Bends third full length album will be released tomorrow, Something’s Gotta Give.
Jon Worthy & the Bends are a high energy indie Americana rock band based out of Nashville. Something's Gotta Give was produced by Handmade Productions.
Album art by: Jaime Sellers
Here’s what vocalist/guitarist Jon Worthy has to say about their upcoming album.
- “It's a total change up for us as its more folk americana/acoustic based than our previous indie rock sound. We experimented with instruments previously unfamiliar to us such as violin, cello, and accordion.”
For more information on Jon Worthy & The Bends visit the following links:
Towers of London have just released a new video for latest single 'Shot In The Dark' With shows coming up in London and Manchester next month the band took the time to answer a few questions for us here at PlanetMosh.
Towers of London – Featured Band, November 2017
Towers of London[If I say to you ‘Towers of London’ how do you react? This is a band that usually elicit a passionate response. It seems that people either love them or love to hate them, there isn’t any happy medium.
I’m not going to give you a detailed history of the band, there’s plenty of information available online. See Facebook , Wikipedia or…
Donnie Willow’s superb EP ‘Inhale, Exhale’ took second spot in my 2016 EP Leaderboard thanks to its intelligently crafted carnage (you can read the review here). New track ‘Blessed Company’ shows that the band have no intention of chilling out, offering up a blistering single that’s just as intense as anything they’ve done previously. The new EP is out on June 9th and this has got me very excited…