Pesan
Terkadang, pesan yang hanya dibaca dan aku mengetahui bahwa pesan yang kukirim telah dibaca, membuat pikiranku jalan kemana-mana. Kadang punya alasan baik untuk menenangkan diri, kadang pula punya alasan tidak baik untuk dijadikan pikiran. Lebih baik, aku tidak tau pesanku sudah terbaca atau belum.. Dan mungkin disini letak sisi manusia(ku), mengirim pesan ketika membutuhkan, membalas pesan ketika menginginkan. Tidak ada yang salah jika orang lain seperti itu pula, kan?












