Setiap orang punya sisi 'senang ketika dia dicari atau ditemukan saat sedang ingin menyendiri.'
... karena kodratnya manusia memakai kata kerja berawalan di-. ... karena hanya Allah yang memakai kata kerja berawalan me-.

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
Setiap orang punya sisi 'senang ketika dia dicari atau ditemukan saat sedang ingin menyendiri.'
... karena kodratnya manusia memakai kata kerja berawalan di-. ... karena hanya Allah yang memakai kata kerja berawalan me-.
Ada
Ada yang memahamimu, lebih dari yang kamu tau. Ada yang memperhatikanmu, lebih dari yang kamu rasa. Ada yang menyayangimu tanpa mempunyai pikiran agar kamu membalas kasih sayangnya. Ada yang mengenalmu terlebih dahulu tanpa harus kau mengetahuinya. Ada yang mengadakan dirinya untukmu, dan terkadang kamu tidak harus mengetahuinya. Ada.
Tidak ada yang benar-benar sendiri karena kamu tidak pernah dibiarkan (Allah) sendiri. Kecuali kamu membuat dirimu merasa dan selalu sendiri.
Pembaringan di Sabtu malam yang tidak sendiri, 04162016 11.20pm
Terkadang memaksakan niat itu bukan perlu lagi, tapi harus.
memaksakan niat dengan terpaksa niat itu beda jauh.
JAUH!
satu karakter yang mempengaruhi masa depan
salah alamat email
bagaimana mau diverifikasi, cantiiik, email nya saja salah input. terus-terusin aja yang lagi lelah dipaksakan, bukannya minum dulu.
Mulai dengan berharap pada Allah, berusaha, kembalikan sisanya ke Allah lagi
Selamat pagi, niat.
Hai, apa kabar? Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggumu. Ayo berangkat!
Rencana
Merencanakan jangka panjang, bingung. Sekalinya ingin, inginnya rinci, detail. Tidak bisa detail, ditunda. Dipikirin, kadang sampai ngilu. Baru berhenti. Mulai ngeload di kepala. Di depan mata, nol. Tidak bertindak apa-apa. Merencanakan jangka pendek. Mengerjakan yang di hadapan, fokus yang akan dijalani. Berfikir berbagai macam alternatif beserta konsekuensi-konsekuensinya. Berdiri tegap, berjalan pelan-pelan, dan fokus. Bagaimana jika …? Selalu saja kalut ketika ditanya, apa rencanamu? Ternyata terbuka dalam pikiran pun, tidak cukup. Butuh pengalaman. Butuh pengajaran. Butuh keberanian.
“Belajar merencanakan ke depan, tolong. Itu kan demi kebaikanmu juga.” pintaku pada diriku.
Pesan
Terkadang, pesan yang hanya dibaca dan aku mengetahui bahwa pesan yang kukirim telah dibaca, membuat pikiranku jalan kemana-mana. Kadang punya alasan baik untuk menenangkan diri, kadang pula punya alasan tidak baik untuk dijadikan pikiran. Lebih baik, aku tidak tau pesanku sudah terbaca atau belum.. Dan mungkin disini letak sisi manusia(ku), mengirim pesan ketika membutuhkan, membalas pesan ketika menginginkan. Tidak ada yang salah jika orang lain seperti itu pula, kan?