seen from Brazil

seen from Thailand
seen from Croatia
seen from Egypt

seen from Canada
seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from India
seen from India

seen from United States
seen from China
seen from South Korea
seen from Hong Kong SAR China
seen from Thailand

seen from Singapore
seen from Switzerland
seen from Thailand

seen from Malaysia

seen from Malaysia
Fleuro - Hollow (ft Raissa Faranda)
Fleuro - Buried
Fleuro - Buried
Fleuro Hadirkan Narasi Dramatis Dengan Distorsi Kasar Lewat Single ‘Float Away’
Regenerasi dari sudut tiap kota sering menarik perhatian saya, dan di Surabaya para pegiat musik anak muda yang produktif terus bermunculan dengan mengusung musik yang terbilang segmented terutama Fleuro memainkan musik shoegaze. Paska rilisnya debut single Dead End yang terlahir di tahun 2020, Fleuro kembali unjuk taring dengan menghadirkan “Float Away” sebagai single kedua.
Dilansir melalui rilis pers, Fleuro menyebutkan kedua single mereka mempunyai satu hubungan kental dalam sebuah cerita dibalik liriknya, dimana kisah kasih romansa yang banyak diselimuti kemarahan, kegagalan, hingga penolakan dramatis. Dengan bekerjasama bersama record label baru dari Surabaya bernama LoverMan Records, nantinya Dead End dan Float Away akan dikemas ke dalam format cakram padat beserta bundle package official merchandise lainnya yang dirilis secara terbatas.
Streaming Float Away sekarang juga!
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Suguhan Rasa Kekecewaan Yang Kompleks Dalam Klip Video Perdana Fleuro
Fleuro, satu nama pendatang baru berbahaya dari kota Surabaya ini memang hadir dengan nuansa segarnya yang punya karisma tersendiri. Mereka membuktikan itu bersama rilisnya klip video perdana bertajuk “Dead End” yang dikemas secara serius. Bagaimana tidak, dikala lainnya terutama di skena musik Surabaya banyak memilih memainkan musik distorsi super gahar ataupun cepat, Fleuro lebih cenderung mengambil jalan tengah dengan sebuah ambiance noise yang gloomy atau biasa disebut sebagai genre Shoegaze.
Saya terkesima juga betapa epicnya klip video Dead End, karena semuanya terkonsep rapi, dari storyboard hingga eksekusi grading warna cinematicnya yang sangat memanjakan mata. Fleuro mewakili sebuah keputusasaan, patah hati, dan kekacauan dalam hubungan percintaan. Beragam sudut pandang cerita yang ditawarkan dalam klip video tersebut adalah penggambaran patah hati yang datang dari bentuk kekecewaan mendalam. Dead End, tersedia juga dalam format digital. Segera konsumsi!
Simak klip videonya disini
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Fleuro Perkenalkan Debut Single ‘Dead End’ Dalam Balutan Kisah Melankolia Yang Kelam
Satu lagi Surabaya kembali diramaikan oleh pendatang baru yang kali ini hadir dari ranah Shoegaze/Rock yakni Fleuro. Dengan beranggotakan Amoretta (vokal), Jonathan (gitar), Gemilang (lead gitar), Ashor (bass), dan Zikri (drum) mereka menyatukan hasrat bermusiknya sejak 2019 yang berkiblat kepada Whirr, Nothing, My Bloody Valentine. Sebelum menutup tahun 2020, Fleuro berani menyajikan debut singlenya bertajuk “Dead End” melalui semua gerai layanan musik streaming.
Kisah melankolia yang parsial, sepihak, hingga menghadirkan romansa yang berakhir sebuah penderitaan akan percintaan bertepuk sebelah tangan adalah apa yang Fleuro ungkapkan dalam Dead End. Dari situlah Fleuro juga ingin menampilkan sesuatu yang relate oleh siapapun. Proses rekaman, mixing, mastering semuanya berhasil dieksekusi oleh Artefakt Records. Semoga Dead End membuka luas ruang gerak Fleuro untuk semakin dikenal, dan tidak lupa untuk selalu ditunggu albumnya.
Streaming debut singlenya disini
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Reminiscing about that time I teamed up with @gorilla_surf and made these killer wave slicers. . . . #gorillasurf #artistseries #surffins #zombies #fleuro #fcs #elgrantocayo https://www.instagram.com/p/CAYDHooDDre/?igshid=wir6ozxm62rn