Terlihat sipit sebelah #yaudahlahya #gapeduli #yangpentingalis #banggadenganalistebal #memyselfandi #okeh

seen from Argentina
seen from Russia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Ukraine
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Sweden

seen from Ukraine
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Singapore

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
Terlihat sipit sebelah #yaudahlahya #gapeduli #yangpentingalis #banggadenganalistebal #memyselfandi #okeh
Kadang Kamu Harus Tidak Peduli
Lagi-lagi kukatakan, bahwa butuh keberanian besaruntuk mencintai. Bukan lagi tentang aku menyukaimu dan aku menyayangimu. Tetapi sampai seberapa jauh kamu berani terjatuh ke dalam cinta itu.
Ketika kamu “merasa” mencintai seseorang, bukanlah hal yang mustahil kamu akan terhanyut dalam kegilaan-kegilaan bodoh. Kamu akan lupa bahwa kamu sudah kehilangan akal sehatmu. Setiap apapun yang kamu lakukan untuknya adalah karena cintamu itu kepadanya. Kamu peduli dan kamu tidak berharap imbalan apapun atas usaha-usahamu itu.
“Kamu ga bawa jaket, ya? Ini dingin lho...” Nanya doang sih, ga minjemin jaket juga sih. Tapi ini contoh bentuk kepedulian, yang sangat sederhana.
Dia pun juga menerima saja semuanya. Istilah lebih entengnya, dia merespon kebaikan-kebaikan dan kepedulian-kepedulianmu kepadanya. Bagaimana tidak, rejeki ‘kan ga boleh ditolak.
Apakah akan beda ceritanya kalau dia juga ternyata mencintaimu? Ya, bisa saja ada kemungkinan itu. Jika dia juga mencintaimu maka benar-benar hanya kebahagiaan yang akan kamu rasakan setelah apa-apa yang kamu lakukan kepadanya. Ga akan muncul perasaan kok-cuma-gitu-doang. Let’s say doi juga cinta deh ya sama kamu. Yasudah, ‘pemberian’mu akan disambut dengan penuh penghargaan. Sekecil apapun kebaikan itu akan membekas di hatinya sebagai sesuatu yang manis, dari dia kekasihku.
Bagiku tidak ada yang namanya pengorbanan dalam cinta. Yang ada adalah cinta kasih dari satu kepada satunya. Tetapi kan kalau cinta itu saling, jika tidak maka ia silang.
Kalau kamu merasa sudah berkorban, barangkali memang kamu hanya berkorban. Karena yang kamu lakukan tidak disambut dengan kasih darinya. Kamu harus segera berhenti.
Kamu mau coba berhenti peduli dengannya lalu mengamati apa yang akan dia lakukan? Kerasa ga ya dia? Hmmmm... Tidak perlu berpura-pura tidak peduli. Kamu memang harus tidak peduli. Ini hanya jika kamu tidak ingin merasakan sakitnya tidak dipedulikan olehnya. Tapi kalau kamu mau tau rasanya, silakan! Boleh dicoba. Pada akhirnya memang hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Hati-hati, jawaban waktu biasanya sadis!
Masih mau ngeyel dengan bilang kalo doi emang orangnya cuek banget, atau alasan-alasan tentang ‘keunikan’-nya dari manusia normal kebanyakan? Nih, kuberi tau saat yang tepat untuk berhenti berkorban. Jika biasanya dia memanggilmu sayang maka besok dia akan mulai memanggil dengan namamu. Tidak berkomunikasi denganmu akan jadi hal yang wajar, sehari, dua hari, tiga hari, seminggu... lalu selamanya. Bertemu pun rasanya hambar. Dia tetap santai ketika kamu sudah lelah pura-pura tidak peduli padanya. Jadi, masih mau lanjut peduli terus?