Memandang masa depan Indonesia Hanya ingin sedikit cerita pengalaman saya saat praktik lapangan di proyek pembangunan rumah tahan gempa di lombok. Jujur, disini alamnya sangat indah. Dari bangusnya panorama gunung, indahnya gemericik air terjun, paparan laut membentang nan jernih ada semua. Keindahan alam buatan pun tak kalah megahnya, eloknya masjid islamic center, indahnya pura meru, dan kentalnya budaya adat disini. Tetapi, yang saya lihat disisi lainya ialah, banyaknya masyarakat yang belum sejahtera disana. Saya berkunjung di kelurahan selagalas, di kota Mataram. Masih banyak rumah yang rubuh yang masih belum terbangun kembali karena sulit nya mencari material panel untuk rumah nya. Belum lagi beberapa kesalahan pendataan yang membuat mereka, tidak mendapatkan bantuan pemerintah, padahal rumah mereka rusak, padahal sudah lebih dari 6 bulan bencana ini terjadi, dan ini di kota provinsi, Mataram. Betapa bencana gempa membuat paradigma turis-turis menjadi takut akan wisata di Lombok. Saat saya singgah di pantai kuta, saya dihampiri oleh 6 pedagang tenun. Dan disana saya pun tidak ada niatan untuk membeli, karena memang dana saya terbatas. Tetapi mereka bercerita tentang betapa sepinya pantai itu Sekarang. Mereka pun berani membanting harga tenun yang asalnya 120 rb menjadi 50 rb saja, demi bisa pulang ke kampungnya. Padahal saat saya lihat di toko online, kain ini paling murah 100 rb. Jangan hanya jadi orang kaya, tapi kaya-kan masyarakat disekitarmu. -anonim [2] ibu-ibu penjualan tenun [3] anak kecil yang selama 6 bulan tidur di tenda [4] rumah singgah yang dihuni 6 orang #socialchallenge #memasyarakatkanmahasiswa #gasterus #gamaugabut @bemkmipb @bemkmipb.social (at West Nusa Tenggara) https://www.instagram.com/p/BsrRbfaFdit/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1jji7fti8slls