Masih lanjutan soal meditasi hoponoponoo yang kulakukan 2 hari lalu di office lantai 6, yang bahkan pada beberapa detik pertama, tangis itu melabrak tak terbendung, bahkan ketika ku merasa sesungguhnya aku belum siap memulainya:
[29/01/25, 15.20.56] E: Aku kemarin meditasi memaafkan dan melepas..by ananda amartha…
Dan lsg ya, dlm dua detik pertama aku lsg nangis gak terbendung… selama meditasi aku nangis, dan masih ada sdkt sisiku yg melawan.. ini itu… tp terus sj aku nangis … lepas semua…menjelaskan byk hal.. pangkal dr ini semua
[29/01/25, 15.21.20] E: Ada lega…ada rongga menganga bekas sesuatu yg lama bercokol
[29/01/25, 16.04.52] E: Tp sepertinya itu seharga senilai dg transformasi ini
Paginya kurasakan kesedihanmu, kelukaanmu.. sesak mendesak, tapi aku bisa apa?
Berlanjut kemarin malam, dalam perjalanananku dari Library menuju pulang, hari sudah menggelap, meskipun jalanan masih ramai. Sekali lagi bersama bah air mata, yang hadir di luar kendaliku.
Library ke Great Western Road... masih dengan air mata dan hati yang penuh. (*ed 31 juli: di perempatan Barrington St dan West Princes St, di belakang KRK, area Woodlands. ada deretan pohon cherry tua dan besar, dari titik itu sering kumendengar suara lonceng gereja. Di titik itu lokasinya).
Aku menyadari kehadiran energimu:
[29/01/25, 19.26.04] E:
Dan dia menjawabnya:
Aku minta maaf Buk, njaluk ngapuramu. Aku salah. Aku reti kowe lungo semono adohe nglungani aku.
Aku pengen memperbaiki semua.
(Aku ora iso, ojo njaluk sing aku ora duwe. Saiki kabeh ming demi anak2. Tulung bebasno aku).
Kamu bebas, Buk. Jaga diri dan harga diri baik2.
Doa dan dukunganku utk mu selalu. Ibuk pasti bisa. Anak2 percaya ibuk pasti bisa.
Bertumbuh dan merekahlah Buk. Menjadi dirimu yg sesungguhnya. Kamu org hebat Buk. Jadilah dirimu Buk. Kamu bebas.
Ada luka, ada lega, ada jawaban yang mungkin sudah kutunggu dari lama. Ada sesuatu yang terlepas.
Sampai flat, ku mandi-keramas bersih.. berganti baju dan langsung masuk ke dalam selimut. Tidur nyenyak. Sampai dini hari, yang entah bagaimana menggerakkanku untuk menerapkannya lagi... kali ini kutujukan untuk N.
[30/01/25, 11.42.39] E: Melakukannya lg pagi ini…dg tujuan N… bisa ya, dari pertama mulai meditasi, dipandu utk melihat yg dituju dtg menghampiri…aku lsg senyum…aku gak ngerti, tp ini meditasi detachment twin flames… begitu sj… kupikir harusnya sama dg sebelumnya, tp yg ini tryt detachment twins flames.
Dia dtg sembari tersenyum. Kubilang pdnya terima kasih sdh berteman baik selama ini, mengasihiku dg baik… kalau boleh hilangkan prasangka2 mu padaku…aku ingin dekat lg denganmu, aku minta maaf..tdk bermaksud mjdkanmu sbg pengisi kekosonganku…tidak. Semuanya tulus dan apa ada nya. Posisiku dan orientasimu mengaburkan byk hal. Tp keinginan utk mendekati, selalu dekat dgmu yg kdg benar2 merepotkanku…tarikan magnetik ini menyita byk energiku.
[30/01/25, 11.44.11] E: Percayalah jiwa kita mmg bertalian, begitu adanya. Percaya dan terima. Kudoakan utk bahagia daan sehatmu.
Dan jawabanmu: ya iyalah. Kita jg dr dulu dan smp nanti akan terus berteman. Baik2, belajar yg bener. Dan kamu tersenyum pdku.
[30/01/25, 11.45.37] E: I am here. Always be here. Katamu sambil tersenyum.
Menularkan senyum di ujung bibirku.
Kamu pasti bangun dengan bingung pagi ini. Kuharap pesan td bisa kamu terima dan percaya ya Mbel.
Dan malam ini.. baru saja. Kembali jawaban ini menyapa:
Dorongan dan tarikan magnetik yg kuat di antara 2 org, 2 jiwa… hal yg terpenting adl kamu bisa menarik pelajaran utk expand dirimu sendiri.
Bisa berakhir dengan bersama, tp jg bisa tidak. Kita selalu bisa memilih. Kedua pihak bisa memperoleh pelajaran yg berbeda. Tp yg paling penting, apa hikmah utk kebaikan yg bisa diambil.
Lewati dan lampaui semua nya. Dan ambil hikmahnya.