Sudah Siapkah Negeri Ini Dengan Sistem Demokrasi?
Sebenarnya, Indonesia masih terlalu dini untuk menerapkan sistem Demokrasi. Negara ini masih labil, negara ini belum benar-benar siap dengan keadaan SDM yang ada. Terlalu banyak parpol, ormas yang hanya mencari keuntungan untuk golongan, terlalu banyak pemikiran, sudah tentu nepotisme dan nilep anggaran pada proyek-proyek swasta. Juga lembaga-lembaga yang keberadaannya ternyata tidak begitu berdampak bagi kemajuan bangsa, khususnya Lembaga Perwakilan Rakyat. Peraturan-peraturan yang didukung penuh oleh rakyat justru selalu diperlambat, bahkan tidak ada lampu hijau untuk di Acc. Lantas, rakyat mana yang mereka wakili? Nyatanya keadilan hanya untuk kawan sesama pejabat, atau kawan sesama koruptor? Ups. Hukum tumpul ke bawah, tidak berlaku bagi pemangku jabatan atau mereka yang telah membantu untuk naik kursi kekuasaan. Selalu saja, "semua demi kemajuan bangsa" menjadi tameng untuk mengeruk kekayaan alam, lebih parahnya lagi eksploitasi tanpa perbaikan. Namun kesejahteraan rakyat, utamanya mereka yang terdampak langsung dari proyek-proyek yang ada sangat perlu dipertanyakan. Bukan hanya tidak layak, kondisi kehidupan mereka sangat menyayat hati dan perasaan.
Jangankan negara, di lembaga kecil saja budaya ini masih merajalela. Bahwa bukan hanya atasan saja yang harus dibenahi, tapi juga pola pikir rakyatnya. Demokrasi seakan hanya dijadikan tumpangan sebagai alasan untuk mencari keuntungan agar dapat dimenangkan. Tidak sesuai keinginan golongan, maka dianggap, "Demokrasi kita telah disandera." Alah, alibi!
Kita belum siap dengan Sistem Demokrasi
(Maaf politik dulu, saya sudah muak!)















