Semoga selalu di beri kesehatan untuk semua saudara kita yg dari Malaysia & Palu. #gempapalu #masjid (di Palu, Sulawesi Tengah) https://www.instagram.com/p/CDs_5d0JRhU/?igshid=xbsho9we403e
seen from Germany
seen from China
seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from China
seen from China

seen from Mexico
seen from China
seen from Singapore
seen from Yemen

seen from United States
seen from United States

seen from Lithuania
seen from United States

seen from Singapore

seen from Mexico

seen from Singapore

seen from United Kingdom

seen from France
Semoga selalu di beri kesehatan untuk semua saudara kita yg dari Malaysia & Palu. #gempapalu #masjid (di Palu, Sulawesi Tengah) https://www.instagram.com/p/CDs_5d0JRhU/?igshid=xbsho9we403e
Lokasi Likuifaksi Gempa & Tsunami Palu Akan Dijadikan Tempat Wisata
Inanews - Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan sekitarnya meninggalkan sejumlah titik tak berpenghuni. Sebab, sudah tidak memungkinkan jika dijadikan permukiman penduduk. Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah(Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi akan dijadikan tempat wisata oleh pemerintah. "Karena itu tidak boleh lagi ada bangunan yang dibangun di lokasi ekslikuifaksi," katanya di Palu saat reses di salah satu kelurahan di ibu kota Provinsi Sulteng, Senin (11/2). Matindas yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulteng tersebut mengatakan, beberapa lokasi permukiman di Palu dan Kabupaten Sigi ditetapkan pemerintah sebagai lokasi yang tidak boleh lagi menjadi permukiman penduduk. Pemerintah merencanakan lokasi-lokasi eks likuefaksi seperti di Balaroa, Petobo dan Jono Oge yang sebelum terjadinya gempabumi 7,4 SR pada 28 September 2018 padat penduduk, kini akan dijadikan lokasi wisata. "Yang pasti tidak ada lagi bangunan rumah atau usaha apapun itu dibangun di lokasi likuefkasi," tegasnya. Karena itu, Matindas meminta masyarakat untuk berharap, apalagi memaksakan diri untuk kembali membangun rumah di atas lokasi eks likuefaksi tersebut, sebab sudah tidak dibenarkan. Pemerintah telah menyiapkan hunian sementara (Huntara) sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan rumah di sejumlah wilayah seperti Petobo dan Balaroa yang lokasinya sudah ditetapkan di Duyu dan Kelurahan Tondo. Dua lokasi itu, kata dia, akan dibangun permukiman tetap bagi korban likuefaksi untuk wilayah Kota Palu. Begitu halnya dengan korban gempabumi dan likuefaksi di Jono Oge, Kecamatan Sigibiromaru dan Sibalaya, Kecamatan Tanambulava. Lokasi Huntap sudah disediakan pemerintah. Matindas juga mengatakan pemulihan ekonomi empat bulan pasca bencana di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong berjalan cukup cepat. Itu bisa dilihat dari mulai ramainya pusat-pusat perekonomian seperti pasar-pasar tradisional maupun modern, toko, swalayan, SPBU, terminal angkutan darat, bandara cukup ramai. Begitu pula arus kendaraan bermotor yang lalu-lalang saban hari cukup padat. Bahkan saat pagi hari waktu kerja dan masuk sekolah di beberapa ruas jalan di Kota Palu terlihat macet. "Ini menunjukan bahwa perekonomian masyarakat mulai pulih setelah sebelumnya porak-poranda diterjang gempabumi dan tsunami," katanya. Seperti diberitakan Antara. Read the full article
Polda hingga Polres Dikerahkan Buru 578 Napi di Palu yang Kabur
Forbes - 578 narapidana di Palu, Sulawesi Tengah masih kabur. Polisi, telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memburu napi yang hingga kini belum kembali ke lapas itu. "Polres Palu sudah keluarkan DPO-nya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (27/10/2018). Dedi mengatakan, Polri telah menginstruksikan kepada jajarannya di Palu untuk secara masif memburu para napi dan tahanan yang masih belum kembali pasca gempa dan tsunami. "Sesuai SOP (standar operasional prosedur) setelah DPO dibuat maka polda-polda dan polres-polres membantu untuk mencari keberadaan DPO tersebut," katanya. Diberitakan sebelumnya, Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami menyebut total 1.670 napi dan 1.092 tahanan yang sudah kembali ke dalam lapas. Sisanya kini diburu polisi. "Masih ada sekitar 578 orang lagi yang belum kembali. Kemenkum HAM telah mengajukan permohonan kepada Polri untuk penetapan status DPO bagi narapidana dan tahanan yang belum kembali pada batas waktu yang telah ditentukan, tanggal 26 Oktober 2018," kata Sri seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (27/10/2018). Read the full article
Kisah Menegangkan Penerbang Hercules Pertama Landing Pasca Gempa Palu
Forbes - Hari ini, 28 Oktober 2018, tepat satu bulan lalu bencana gempa bumi dan tsunami terjadi di Sulawesi Tengah. Duka dan kegetiran pasca bencana masih dirasakan oleh banyak orang. Bahkan ingatan tentang peristiwa gempa dan tsunami itu juga masih membekas. Seperti Mayor Pnb A.M. Averroes, dia masih ingat betul saat dirinya ditugaskan untuk menerbangkan pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Palu. Itu terjadi pada Jumat (28/9) sore usai gempa mengguncang Palu. Tim TNI Angkatan Udara (AU) bergerak cepat untuk memberi bantuan. Jalur udara menjadi jalur utama sebab jalur darat hancur akibat gempa. Hal pertama yang dilakukan yakni mencari data untuk landasan pesawat yang masih bisa dilewati di bandara. "Sore itu kita siapkan langsung. Kami cari data bagaimana keadaan runway bandara di situ. Namun belum ada data secara pasti. Panglima memutuskan untuk pesawat dari Makassar keesokan paginya yang paling pertama masuk. Helikopter terlebih dahulu bersama pasukan khusus TNI AU sebagai pegendalian temput yang berfungsi sebagai air controller. Dari Makassar ini terkumpul data semua segala macam baru terbang ke sana (Palu). Misi utama memastikan hasil data itu dengan ditinjau dari udara," kata Averroes kepada detikcom, Sabtu (27/10/2018) malam. Setelah data dikumpulkan dan dipastikan aman untuk mendarat, barulah Averroes berani menerbangkan Hercules ke Palu. Saat itu, di bayangannya adalah kondisi seperti Gempa Aceh pada 2004 lalu. Dia memang pernah berada di sana pada waktu itu. "Data awal ketika disampaikan tsunami, itu saya langsung membayangkan kondisi Aceh. Saya waktu itu ada di sana melaksanakan membantu penanggulangan bencana Aceh. Saya membayangkan kayak Aceh saja. Waktu saya masuk dan tinjau daerah yang saya lewati, sangat kelihatan kampung-kampung hancur, ketutupan lumpur," cerita Averroes.
"Cuma waktu itu nggak ngebayangin ada likuifaksi. Kita ngebayangin lumpur dari laut dan sungai yang masuk. Saya melihat kampung ini banyak lumpur. Ini pasti banyak yang meninggal karena lumpur tersebut," lanjutnya. Begitu mendarat, kondisi bangunan di Palu terlihat banyak yang hancur. Banyak warga yang menunggu di bandara. Berharap mereka dapat diterbangkan ke daerah terdekat untuk menghindari terjadinya gempa susulan. Averroes mengatakan, listrik hingga saluran komunikasi terputus di sana sehingga menyulitkan. Selain mengangkut bantuan dan pasukan, pesawat Hercules yang diterbangkan Averroes juga digunakan untuk mengangkut pengungsi. Dia masih merasakan betul kesedihan saat harus membawa para ibu hamil, lansia dan anak-anak ke dalam pesawat. "Pesawat saya kemampuannya kondisi normal bawa 100 orang. Jadi yang lebih dahulu ibu hamil, lansia dan anak-anak. Ada ribuan orang yang ingin mengungsi ke luar Palu. Saya terharunya bagaiman akita bisa menjelaskan agar tidak panik dan bapak-bapak mau mengalah. Merelakan anak-istrinya duluan karena nggak mungkin terangkut semua," ceritanya. "Saya sepanjang perjalanan sedih karena ingin sebenarnya banyak mengangkut para warga tapi kemampuan kapasitas pesawat yang tidak memungkinkan. Daripada kecelakaan lebih baik mereka sebagian mengalah," imbuhnya.
Kini satu bulan telah berlalu. Masa tanggap darurat bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah berakhir. Bencana Sulteng saat ini ditetapkan memasuki fase transisi darurat ke pemulihan. "Gubernur Sulawesi Tengah telah memutuskan masa tanggap darurat penanganan gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi telah berakhir tanggal 26 Oktober 2018 yang kemudian diteruskan dengan menetapkan status transisi darurat ke pemulihan selama 60 hari, terhitung 27 Oktober sampai 25 Desember 2018," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers. Sementara itu, hingga saat ini korban meninggal tercatat sejumlah 2.081 orang, dengan perincian di Kota Palu 1.706 orang, Donggala 171 orang, Sigi 188 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu, Sulawesi Barat 1 orang. Semua korban saat ini sudah dimakamkan. Korban luka tercatat sejumlah 12.568 orang, dengan rincian 4.438 orang luka berat dan 8.130 orang luka ringan. Sementara itu, pengungsi tercatat sejumlah 214.925 orang. Di Sulawesi Tengah tersebar di 122 titik pengungsian sebanyak 206.194 orang, sedangkan di luar Sulawesi Tengah tercatat 8.731 orang. Read the full article
Per 27 Oktober, kerugian bencana alam di Sulteng capai Rp 18,48 triliun
Liputanviral - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mencatat kerugian dan kerusakan akibat bencana alam di Sulawesi Tengah per 27 Oktober 2018 mencapai Rp 18,48 triliun, meningkat dari tanggal 21 Oktober sebesar Rp 13,82 triliun. "Diperkirakan dampak ekonomi berupa kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulawesi Tengah ini masih akan terus bertambah karena belum semua data kerusakan selesai dilakukan," kata Sutopo melalui keterangan resminya, Minggu (28/10). Dia menjelaskan, kerusakan tersebut adalah nilai kerusakan stock fisik asset, sedangkan kerugian adalah arus ekonomi yang terganggu akibat bencana, yaitu pendapatan yang hilang dan atau biaya yang bertambah akibat bencana pada 5 sektor yaitu permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor. Tercatat, kerugian tersebut berasal dari sektor permukiman mencapai Rp 9,41 triliun, sektor infrastruktur Rp 1,05 triliun, sektor ekonomi Rp 4,22 triliun, sektor sosial Rp 3,37 triliun, dan lintas sektor mencapai Rp 0,44 triliun. Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 8,3 triliun, Kabupaten Sigi Rp 6,9 triliun, Donggala Rp 2,7 triliun dan Parigi Moutong mencapai Rp 640 miliar. "Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana. Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa dan adanya likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang," imbuhnya. Tim Hitung Cepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB dan UNDP, terus menghitung dampak dan kebutuhan untuk pemulihan nantinya. Kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan lebih dari Rp 10 triliun. Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun Pemerintah dan Pemda akan siap membangun kembali nantinya. Sementara itu, data korban hingga 28 Oktober 2018, tercatat 2.086 orang meninggal dunia yaitu di Kota Palu 1.705 orang, Kabupaten Donggala 171 orang, Sigi 188 orang dan Parigi Moutong 15 orang. Sebanyak 1.309 orang hilang. Korban luka-luka tercatat 4.438 orang, dan mengungsi sebanyak 206.524 orang. "Secara umum kondisi masyarakat sudah kondusif, perekonomian masyarakat mulai berjalan normal. Sinyal telekomunikasi dan internet telah pulih. Pelayanan listrik PLN sudah mencapai 97 persen," jelasnya. Pembangunan huntara terus dilakukan, baik yang dibangun pemerintah maupun dari berbagai pihak. Masyarakat sekitar pantai di Parigi Moutong mulai kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mengungsi pada sejak 26 Oktober 2018. Adanya hoax atau isu menyesatkan yang disebarkan banyak pihak bahwa akan terjadi gempa dan tsunami besar pada 26-28 Oktober 2018 menyebabkan ribuan masyarakat yang tinggal di pantai mengungsi ke daerah-daerah yang lebih tinggi. Read the full article
Sri Mulyani Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar dari Kemenkeu untuk Palu dan Donggala
Inanews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk korban bencana Sulawesi Tengah. Dana tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari para staf Kementerian keuangan. Dalam keterangan resmi yang diterima Tim Inanews, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga meninjau lokasi gempa, posko pengungsian, serta kantor instansi vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (25/10/2018). Dalam kesempatan ini, Menkeu mengunjungi posko pengungsi di Desa Vatutela, Mantikulore. Di posko ini, Menkeu menyerahkan bantuan pegawai dan Dharma Wanita Kemenkeu senilai Rp2,5 miliar. Dana bantuan tersebut diberikan melalui Relawan LazisQu untuk dialokasikan menjadi sumur bor, air bersih, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengungsi. Selain itu, Sri Mulyani juga menyerahkan bantuan senilai Rp591 juta dari enam BUMN di bawah Kemenkeu, yaitu dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Geo Dipa Energi (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Rencananya, bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pelayanan dapur umum, kesehatan, amenities, personal hygiene, selimut, dan lainnya. Sebelumnya, Menkeu mengunjungi beberapa kantor vertikal Kemenkeu seperti Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai (PSO BC) Pantoloan. Berdasarkan penilaian kelayakan bangunan pascagempa, beberapa kantor sudah tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Namun, para pegawai tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat di tenda-tenda darurat yang dipasang di halaman kantor. Sementara itu, sejumlah kapal patroli di PSO Bea Cukai rusak dan tenggelam. Salah satu sisi gedung kantor tersebut juga rusak parah karena tsunami. Dalam kunjungannya, Menkeu memberikan motivasi kepada para pegawai Kemenkeu di Palu agar tetap semangat dalam bekerja dan memberikan layanan kepada masyarakat sebaik-baiknya. "Dengan kerendahan hati, kita mampu belajar menghormati dan selalu ingin membantu, tidak boleh kita sia-siakan," pesannya. Sri Mulyani juga memberikan semangat kepada para pegawai yang tetap melayani masyarakat dan loyal terhadap pekerjaan. Terakhir, Menkeu mengajak para pegawai berkomitmen untuk membangun Palu dan Donggala. Read the full article
'Kami at your side, Palu & Donggala'
Liputanviral - Brother Group adalah perusahaan manufaktur berasal dari Jepang yang menjual produk printer, printer label, mesin jahit dan lain-lain yang telah berdiri sejak tahun 1908. Bencana yang begitu hebat yang terjadi di Palu dan Donggala pada September 2018 yang menewaskan ribuan nyawa membuat Brother tergerak untuk berpartisipasi membantu para korban. Brother Group mendonasikan uang sejumlah 10 juta yen atau 1,345 miliar rupiah untuk membantu meringankan beban para korban gempa Palu dan Donggala. Donasi yang diberikan oleh Brother Group dapat terlaksana lewat bantuan Palang Merah Indonesia (Indonesian Red Cross). Berdasarkan data yang diberikan oleh Palang Merah Indonesia total pengungsi di lokasi sejumlah 61.876 dan seluruh donasi akan dialokasikan untuk mereka. Jumlah donasi sejumlah 1,345 miliar rupiah akan dibelanjakan menjadi barang barang berikut; air bersih, makanan, tenda, baju layak pakai, lampu, peralatan bayi, alat komunikasi dan lain-lain. Masahiro Isobe selaku President Director dari Brother Indonesia mengaku turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi. "Kami turut berbela sungkawa kepada para korban bencana yang ada di Palu dan Donggala, kami berharap bantuan yang telah diberikan dapat membantu para korban untuk berangsur-angsur pulih dari segala kehilangan yang dirasakan," ujarnya dalam rilis yang diterima merdeka.com. Brother mengungkapkan rasa simpati yang tulus dan turut berduka cita sedalam- dalamnya bagi para korban yang terkena imbas dari gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala. "Kami berharap dapat terjadi pemulihan dan kebangkitan yang lancar pada area tersebut," tutupnya. Read the full article
Kamis siang, sehari sebelum bencana itu datang, saya meninggalkan kota Palu.. masih sempat menikmati riuhnya persiapan menyambut ulang tahun Kota ini.. sejak tiba hari senin, insting saya selalu menjadi tajam setiap ada bunyi gemuruh, dikarenakan membaca status update keluarga dan teman di sana tentang gempa kecil yang sering terjadi.. Jumat sore saya masih sempat menghubungi kakak dan ponakan di Palu setelah mendapat notif dari Earthquake App di hp dan mengingatkan mereka untuk segera pulang ke rumah sehabis aktifitas harian.. Semua dalam kuasa Allah SWT, bencana terjadi dalam beberapa waktu meluluhlantahkan Palu dan isinya.. . Kehilangan mereka yang cukup dekat dan akrab, ditemukan dan ‘yang belum ditemukan’ 😢 menjadi duka saya di hari2 belakangan ini, kiriman Fatihah dan Yasin adalah yang terbaik.. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran bagi kita terkhusus saudara kita yang ada di Palu.. PALU KUAT🙏🏻 . . 📷 by my beloved nephew @awallmustafa . . #palu #palukuat #gempapalu (at Jembatan Kuning / Jembatan Ponulele / Jembatan Palu 4) https://www.instagram.com/p/Bo_TJD_HrdnAinIju6KixbiYajsBOeW73pF3sU0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=mzec22ttruq2