“Ketika malam tampak suntuk,ketika rintik hujan mulai turun. sungguh kini hanya kopi yg menemani syahdu panjang dari malam yg mengadu” #kopibanjarnegara #banjarnegara #gilargilar

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Vietnam
seen from Mexico
seen from Germany
seen from Switzerland

seen from Uruguay

seen from Australia
seen from Colombia

seen from Mexico
seen from Iraq

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
“Ketika malam tampak suntuk,ketika rintik hujan mulai turun. sungguh kini hanya kopi yg menemani syahdu panjang dari malam yg mengadu” #kopibanjarnegara #banjarnegara #gilargilar
#BatikBanjarnegara #Batik #Banjarnegara, Pusat Batik Kab. Banjarnegara berada di Kec. Susukan. Terletak dibagian arah Barat dr Kota Banjarnegara dan berbatasan dengan Kab.Banyumas. Batik Daerah Banjarnegara Banjarnegara memiliki beberapa hal yang membuat daerah ini terkenal diantaranya adalah dataran tinggi Dieng, Minuman khas yang dikenal dengan nama Dawet Ayu, dan juga seorang petinju Indonesia yang sangat terkenal yaitu Chris John. Selain itu daerah Banjarnegara ini juga mulai dikenal dengan kesenian baju batik yang dibuat oleh warganya.i daerah Banjarnegara ini batik mereka dikenal dengan sebutan batik Gumelem. Kesenian pembuatan batik Gumelem ini telah berlangsung sangat lama di wilayah ini bahkan sejarah batik Gumelem itu sendiri memiliki beberapa versi cerita. Batik Gumelem ini mempunyai sejarah yang memiliki kaitan dengan batik Banyumas yang pada masa abad ke lima belas berpusat di daerah Sokaraja. Pada masa perang Diponegoro pada tahun 1830, pangeran Puger mengungsi ke wilayah Banyumas dan membawa serta pada pengawal, budayawan dan juga seniman. Salah satu pengikut Pangeran Puger yang terkenal adalah Najendra yang kemudian mengembangkan motif baju batik celup Sokaraja. Setelah perpindahan tersebut mereka mulai mengembangkan motif batik dengan corak mereka sendiri sehingga pada akhirnya muncul dan tercipta lah motif baju batik Gumelem. Selain itu ada juga beberapa orang yang memiliki pendapat mengenai sejarah batik Gumelem. Menurut cerita batik Gumelem ini mulai muncul ketika tanah perdikan Gumelem berdiri yang kemudian berkembang menjadi Kademangan Gumelem di sekitar tahun seribu lima ratus tujuh puluh tiga. Dalam kehidupan di wilayah Kademangan Gumelem tertata miniatur kehidupan istana yang tertata secara baik dan salah satunya adalah seni pembuatan batik yang menjadi sebuah bagian yang bertugas untuk dapat memberikan kain batik yang cukup untuk kebutuhan keluarga, kerabat serta orang yang bekerja di dalam wilayah Kademagan. Seiring dengan runtuhnya masa Kademangan ini maka masa keemasan Batik Gumelem juga mulai menghilang. Pada masa tersebut status dan juga wilayah kademangan berubah karena adanya perubahan politik dan juga pemerintahan pada sekitar tahun seribu sembilan ratus enam puluh lima. Wilayah ini kemudian berubah menjadi desa Praja dan dibagi menjadi dua yaitu wilayah Gumelem Wetan dan wilayah Gumelem Kulon.
1 Januari 2018, Mengawali tahun baru dengan kekuatan dan semangat baru, untuk perubahan yang lebih baik di tahun ini #Banjarnegara #dawetayu #ngapak #gilargilar #pswb
Parade Budaya Festival Serayu 2017 . #banjarnegara #festivalserayu2017 #paradebudaya #gilargilar (at Special Region of Yogyakarta)
Biarkan langit begitu mendung.... Bukankah Mendung tak berarti hujan? Dan hujan bukan pertanda akan ada pelangi. Keindahan itu bukan kita yang menunggu alam, tapi kita yang membuat alam menjadi indah. Bahkan dalam keadaan yang buruk sekali pun. #DibikinEnjoy #Hujan #Pelangi #AnakLangit
Live report dari @kwarcab_mbanjar - Apa kabar adik-adik Siaga Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Sudah siapkah kalian unjuk gigi di kota Dawet Ayu? #pramukambanjar #pramukajateng #kwardajateng #gerakanpramuka #pramuka #isj #pramukakeren #pramukaupdate #banjarnegara #gilargilar
masa dimana pipi dan badan masih ginuk2 😂😂 #throwback #dieng #kawahsikidang #banjarnegara #gilargilar #piknik #kurangpiknik #pengenpiknik