Pas d'enfants pour sauver la planète
Ils se disent "childfree" ou "ginks", contraction de l'anglais pour "green inclinations, no kids" et ils revendiquent leur refus d'avoir des enfants.
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from South Korea
seen from China
seen from China
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Russia
seen from Philippines

seen from Brazil
seen from China

seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
Pas d'enfants pour sauver la planète
Ils se disent "childfree" ou "ginks", contraction de l'anglais pour "green inclinations, no kids" et ils revendiquent leur refus d'avoir des enfants.
$3 Gink Adopts! (2/3 OPEN)
A friend told me about Deskleaves precious gink's and wanted me to try my hand at designing some! I pulled out a folder of my old af fursona's and used them for a theme! Toboe: OPEN Glacie: OPEN Moonshine: SOLD Hit me up if you're interested!
Scrap: Children Of The Sun
So I keep scribbling these super derpy looking ginks in my notes and decided to make a slapdash lineup of my current flock members. Silo and Roan are from the lovely @Shrineheart Madam and King were by me. Ginks are an open species by @Deskleaves and you should 100% check them out because they're the best.
SO I recently found out about Ginks, an open species by Deskleaves and I love them. So here's a pair I adopted. Choclety and Duchess. She's not so sure about her new flockmate but Choclety is very excited about it. I adopted Choclety from traummalerin and Duchess from CobaltSkye.
Take that, "you scientific ginks!"
Mountain Advocate (Barbourville, Kentucky), 18 June 1915
Childfree Family Sticker
Surat Untuk Seorang Ibu
Untuk seorang Ibu di sebuah rumah di seberang pulau sana “Iya, baik-baik ya nak di sana” Kalimat terakhir dari percakapan saya dengan Ibu. Bukan Ibu kandung. Tapi Ibu nya teman. Mantan pacar lebih tepatnya. Haha... Ini pertama kalinya saya menulis tentang beliau. Seorang Ibu yang baik hati. Sangat baik. Baik karena begitu welcome nya dengan saya yang notabene stranger. A complete stranger. Ibu sering nganterin makanan ke asrama. Kebetulan rumah beliau memang ngga terlalu jauh dari asrama saya waktu SMA. Bakso, tekwan, kepiting, kue. Bahkan saat beliau ngga sempet bikin, beliau sempet-sempetnya beli snack-snack di warung. Duh, saya bener-bener ngga enak sama beliau. Pernah di suatu pagi hujan deras. Saya yang memang sudah difasilitasi kendaraan (sepeda) oleh asrama hanya bisa berharap hujan segera reda. Walau pakai jas hujan,rasanya tetap mengerikan naik sepeda di saat hujan deras. Lama saya duduk di teras depan sambil menunggu hujan reda. Tiba-tiba ibu telfon. Beliau bertanya apa saya sudah berangkat sekolah atau belum. Saya memang belum berangkat saat itu karena masih menunggu hujan reda. Tahukah apa yang terjadi? Ibu datang ke asrama menjemput saya naik motor sambil memakai jas hujan. Hari itu beliau mengantarkan saya sampai ke koridor sekolah. Saya semakin merasa ngga enak sama beliau. Kedua kalinya beliau menjemput saya di asrama saat hujan deras memang tidak memakai motor. Hari itu kebetulan Bapak yang menjemput. Pagi itu Ibu dan Bapak sekalian mengantarkan Laras, adik perempuan si mantan. Dan si kecil Iza yang belum sekolah juga ikut mengantar. Lagi-lagi saya semakin ngga enak hati. Saya menulis postingan ini lebih kepada bentuk ucapan terima kasih saya untuk Ibu dan Bapak.Walau pun sebenarnya saya lebih akrab sama Ibu. Terima kasih sudah menerima kehadiran saya di sisi putra Ibu selama 3 tahun belakangan. Sekarang saya memang sudah jarang sms atau menelfon Ibu. Jarang sekali. Tapi malah Ibu yang sms atau menelfon saya. Saya minta maaf bu. Walau mimpi saya bersama putra Ibu tidak bisa terwujud, tapi Allah SWT menggantikannya dengan sesuatu yang lebih indah. Jauh lebih indah. Yakni kasih sayang Ibu yang ngga pernah habis walau sekarang saya tidak lagi bersama putra Ibu. Allah memang Maha Adil. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih atas kebaikan keluarga Ibu kepada saya selama ini. Setidaknya saat saya berada di asrama dan jauh dari kedua orangtua, Ibu menjadi keluarga baru saya di sana. Terima kasih bu. Bu, jika suatu saat nanti saya bertemu jodoh dan menikah, insya Allah saya pastikan nama Ibu menjadi salah satu nama di daftar undangan saya. Hehe... Do’akan saya bu. Semoga saya segera menyelesaikan pendidikan dan menjadi orang yang sukses di masa depan. Dari seorang anak Di sudut kota Jakarta