Langkah yang ku pilih mengantarkan pada hari ini, Jemari ku masih terbata-bata untuk menanam, bukan karena tidak bisa, Ini sedikit berbeda dari yang aku tiru, Aku selalu memaksa ikut ke sawah dengan amak ketika umurku lima atau enam tahun kala itu, Lumpur sangat menghibur ku, tak jarang aku juga mencoba menanam Padi dengan tangan mungil ku, Tak hanya lumpur yang memijit lemput kaki ku, dulu aku juga senang memainkan telur berwarna pink sangat lucu, Yang aku tau saat itu, memecahkan telur-telur tersusun unik itu sangat menyenangkan, Aku masih ingat amak pernah memarahi ku karena yang aku lakukan adalah menyusun gumpalan telur berwarna pink itu di sela-sela rumpun padi yang sudah amak tanam. Yang ada dalam benak ku indah kombinasi telur dan rumpun padi, hijau pink. Itu telur Keong yang akan akan menghabiskan padi-padi ini, kata amak kala itu, aku jadi tau trlur yang awalnya lucu itu ternyata membahayakan apa yang amak usaha kan. Hari ini aku kembali tersadarkan Allah sudah punya rencana terbaik bagi hamba Nya, Tak sedikit pun terbayang kan oleh ku akan berkecimpung di sektor pertanian, tapi pilihan yang ku ambil dengan mengharap arahan dan dimudahkan oleh Allah mengantarkan ku pada hari ini. Menjadi Buyut dari Petani, Cucu dari Petani, Anak dari Petani, dan akan berusaha memajukan Pertanian Indonesia, InsyaAllah. #githalearn #ikhtiarilmu #ujungtakdir #anakpetani (di Bogor Agricultural University (IPB)) https://www.instagram.com/p/Bn-OrMLgQli/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=198mc4rwgqmn5









