Berbeda Membuatku Semakin Kuat
Merantau Hanya untuk Mengangkat Harkat dan Martabat keluarga di kampung
Saat di perantauan Aku diabaikan Aku mengobatinya dengan Senyum Ayahku Aku dijatuhkan Aku mengobatinya dengan Doa Ibuku Aku dikucilkan Aku mengobatinya dengan Keringat Ayahku Aku dilupakan Aku mengobatinya dengan Air Mata Ibuku “Aku dihina” Aku sudah tidak punya obat lagi Semua obatku telah habis Seolah tidak ada lagi alasan bertahan
4 bulan purnama telah berlalu Selama itu juga aku bernafas dengan itu semua Seolah tidak ada celah untukku Apakah karena aku berbeda ? Sehingga Aku diabaikan? dijatuhkan ? dikucilkan ? dilupakan ? dan bahkan dihina ? Ayahku tak pernah lelah berdoa dari surga kepada Tuhan-Nya Ibuku tak pernah lelah berpuasa dari bumi kepada Tuhan-Nya Semua hanya untuk kekuatan anaknya agar mampu bertahan di perantauan
Wahai Mahluk Tolonglah mengerti Aku juga sepotong manusia Yang butuh diperhatikan, dihargai, dikasihsayang, diingat, dan bahkan diapresiasi bukan diabaikan? dijatuhkan? dikucilkan? dilupakan? dan bahkan dihina ?
Aku masih tegar dengan semua itu Dan aku berterimakasih sebab membuat pribadi ku semakin kuat Tetapi tidak dengan dihina
Aku tidak ingin kamu terluka wahai mahluk Sebab saat aku bercerita kepada Tuhan-ku Aku tidak bisa apa-apa lagi wahai mahluk.
Tolonglah mengerti wahai mahluk Kita sama-sama sepotong manusia Yang ingin hidupnya diperlakuakan sama dengan yang lainnya.
Kingdom Pandiangan Jatinangor, 31 Januari 2019












