Take a trip to lovely Mount Merapi, Indonesia
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Singapore

seen from Australia
seen from Malaysia

seen from Australia
seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Australia
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
seen from Maldives
seen from Russia
Take a trip to lovely Mount Merapi, Indonesia
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan terjadinya awan panas Gunung Merapi pada Mi
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan terjadinya awan panas Gunung Merapi pada Minggu (1/2) pukul 13.48 WIB.
Awan Panas Guguran ini meluncur hingga sejauh 1.500 meter dari puncak dengan amplitudo maksimal 16 milimeter.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa dalam keterangannya mengatakan, awan panas guguran ini tercatat dalam peralatan pemantau selama 150,98 detik.
Dikatakan, awan panas tersebut mengarah ke barat daya masuk hulu Sungai Boyong. Menurut dia, meski terjadi awan panas masyarakat diminta tetap tenang apalagi masih jauh dari kawasan permukiman pendukuk. (AGT/N-01)
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat periode pada 2 - 8 Januari terjadi 8 kali awa
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat periode pada 2 - 8 Januari terjadi 8 kali awan panas guguran dan 197 kali guguran lava serta 1.251 kali gempa.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, Sabtu (10/1) mengatakan jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
"Sementara guguran lava yang dapat teramati adalah 6 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.600 meter, 93 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 25 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 2.000 meter dan 73 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter," katanya.
Kegempaannya, katanya sebanyak 8 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 505 kali gempa Fase Banyak (MP), 732 kali gempa Guguran (RF) dan 4 kali gempa Tektonik (TT) yang terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknoogi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan bahwa awan panas guguran terjadi di Gunun
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknoogi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan bahwa awan panas guguran terjadi di Gunung Merapi pada Kamis (8/1) pukul 17.07 WIB.
Estimasi jarak luncur awan panas guguran itu sejauh 1.000 meter dari puncak dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi 130 detik. Namun secara visual, luncuran awan panas ini sulit dilihat karena saat terjadi, puncak gunung berkabut.
Pada saat yang sama BPPTKG juga melaporkan, terjadi hujan di lereng selatan Gunung Merapi mulai pukul 15:21 WIB dengan curah hujan 26 mm, durasi 33 menit, dan intensitas 89 mm/jam.
Setelah berhenti, terjadi lagi hujan pukul 17.42 WIB dengan curah hujan 7 mm, durasi 12 menit, dan intensitas 42 mm/jam. Hujan masih berlangsung saat ini, waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta Awan Panas Guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya serta mematuhi rekomendasi. (AGT/N-01)
Pendakian Ilegal di Merapi Berujung Petaka, Dua Pendaki DIY Masih Hilang
BNews-JATENG – Dua pendaki asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian ilegal ke Gunung Merapi. Hingga Senin (22/12/2025); tim gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap kedua pendaki. Diketahui kedua pendaki ini terpisah dari rombongannya di jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Kapolsek Kemalang, AKP Sarwoko,…
lagi-lagi tentang bencana.
aku udah pernah nulis dikit di tumblr, pas peringatan gempa bantul 2006 sama erupsi merapi 2010
ndilalah hari ini ikut walking tour yg dipandu geologist, edisi sesar opak, patahan yang pergerakannya menghasilkan gempa 2006, trus pas otw pulang baru sadar hari ini 26 okt, peringatan erupsi merapi
ini watu kapal, tikum di awal
endapan abu vulkanik guning purba yang numpuk2 n lapuk seiring waktu, makanya mbentuk lapisan2 gitu, tp kamera hapeku kentang jadi ga keliatan
anw, cerita sepanjang menyusuri sungai opak ini banyak betul, otak lemotku ini dah lupa tadi ceritanya apa aja, tapi seru sekali krn kebetulan ada rekan pemandu yg volcanologist ikut cerita banyak
karena kami peserta orang awam ya, jadi pertanyaannya macem2, aku yakin pertanyaannya belum tentu benar
yes, pertanyaan juga perlu benar, bukan jawaban aja
tp kakak2 ahli ini supportive sekali sama semua pertanyaan, diapresiasinya kerasa gitu 😆 hamba dikasih bonus snack tambahan cuma krn minta dijelasin scr gampang banget ke orang awam, gimana cara ahli mengira-ngira arah pergerakan lempeng bumi
it makes me wonder, mereka bisa secinta itu sama bidangnya n apresiasi orang lain yg mau belajar, gimana dulu lingkungan akademik (univ) yg bisa bikin orang2 jadi begini, how great it will be if all of us can access that kind of education? 🤣
tapi yg paling besar kesannya sih tetep, semakin dapet banyak info/knowledge semakin besar rasa marah sama penyelenggara negara 😙
why we don't have the adequate system for disaster mitigation yet??? gimana mau thriving instead of surviving, kalo kita ga punya ilmu yg cukup mengenali resiko bencana tempat yg kita tinggali dan action plan kalo hrs berhadapan sama bencananya langsung
2006 tu baru 19 tahun yg lalu, kalo dari pov umur bumi itu baru bentar banget, sesar ini udah ada jutaan taun lalu bahkan sebelum pulau jawa ini ada
di thn 2006 korban jiwa 5rb lebih itu sepanjang sungai opak ini hampir semua rumah hancur, tapi tadi pas jalan, nemu banyak perumahan baru, beberapa juga rumah subsidi, pertanyaan bodoh nan retorik yg keucap adalah ini rumah2 dibangun dgn desain tahan gempa? jawabannya tentu tidak
well, di luar konteks sejarah tempat tinggal warga lokal yg sdh menetap sebelum gempa 2006, manusia tuh goblok bgt ya kan??? ya emang penyelenggara negara ini juga yg ga hadir utk menjamin keselamatan warganya
bbrp kali juga menyinggung hubungan kesukaan manusia bikin tempat tinggal di daerah aliran sungai, padahal aliran sungai itu salah satu penanda adanya patahan bumi, yg sebenernya menarik dikulik lbh lanjut dari pov ilmu lain krn we humans love water so much, water contribute so much in shaping our civilization
tapi pun aku kepikir rumah ortuku sendiri, masih daerah kaki merapi n deket sungai, my father always, always, has pride on air tanah yg kami punya, he doesn't believe on air galon 🙃 komplek ini tergolong baru kalo dibandingkan pemukiman warlok, umurnya baru 30 thn-an dan ini juga masuknya kategori rumah subsidi
di thn 90-an erupsi merapi juga pernah besar n banyak korban jiwa, apa komplek ini terus dibangun dgn pertimbangan bencana gunung api? absolutely not, di tahun 2010 kami mungkin cuma ga bisa hidup layak krn abu vulkanis, bukan korban langsung awan panas, tapi tetep jadi pengungsi, apa besok2 gunung merapi akan erupsi besar lagi? lebih besar kemungkinan iya daripada tidak
as indonesians, we already know for years we live on disastrous land (yang karena itu juga kaya SDA) tapi mau gini terus aja nih buat persiapan? jaman akses informasi mudah gini gampang banget ngebandingin sama sistem negara lain, emang penyelenggara negara kita yg parah heu, padahal ahli di bidangnya bejibun jumlahnya
itu baru masalah pemukiman tempat tinggal, belum lagi masalah khusus jogja yg sektor pariwisatanya sbg salah satu sumber utama pemasukan daerah
ini gambar formasi batuan yg sebagian besar terbentuk dari lempung, empuk kalo dicungkil, n di atas batuan ini ada bangunan tempat wisata
iya tadi belajar batuan dgn backsound musik live kondangan
pertanyaan bodoh dan retorik lain yg keucap, emangnya aman bangun di atas begini? ada ijin AMDALnya? wkwkwk ah ketawa aja lah
bonus foto embung
mungkin kalo yg bisa diapresiasi dr penyelenggara daerah jogja tu pembangunan embung yg lumayan banyak, mitigasi kelangkaan air sekaligus berfungsi jadi ruang terbuka publik, walaupun PR pengelolaannya ya masih banyak banget.
GUNUNG Merapi mengalami 107 kali guguran lava selama sepekan sejak Kamis (4/7) hingga Rabu (10/7. Kesemua guguran lava tersebut mengarah ke
GUNUNG Merapi mengalami 107 kali guguran lava selama sepekan sejak Kamis (4/7) hingga Rabu (10/7. Kesemua guguran lava tersebut mengarah ke hulu hulu sungai di kawasan puncak Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santosa mengatakan guguran lava tersebut 22 kali mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur 1.800 meter dari puncak, 19 kali mengarah ke hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur hingga 2.000 meter dari puncak dan 76 kali ke arah ke hulu Sungai Putih/Sat dengan jarak luncur hingga 2.000 meter dari puncak.
Agus Budi Santosa menjelaskan selain 107 kali guguran lava, juga terjadi awanpanas guguran atau APG sebanyak 1 kali yang megarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur yang mencapai 2.500 meter.
Merapi Volcano and Borobudur temple complex at sunset. May 2025, Central Java , Indonesia. Borobudur is a Buddhist temple from the 8th or 9th century.