Untuk man-teman yg rindu ketinggian segera siapkan syarat-syaratnya dan langsung cus ke bascamp gunung buthak 😊 #gunungbuthak #gunungbuthak2686mdpl #gunungbuthakviapanderman #gunungbuthak2868mdpl #gunungbuthakmalang #gunungbuthak (di Padang Savana Gunung Buthak, Malang Jawa Timur) https://www.instagram.com/p/CTyYEq_JXej/?utm_medium=tumblr
“ Everything has beauty, but not everyone sees it” Location : Sabana camp site Gunung Buthak . #hendripanventuring #gunungbuthak (at Padang Savana Gunung Buthak, Malang Jawa Timur) https://www.instagram.com/p/B18rT-OFFKc/?igshid=15dis9piqymd4
Senja pasti datang. Dalam arti sebenarnya juga dalam makna kias untuk usia. Tapi yang perlu kamu tahu, cintaku. Kalau bukan kamu yang sekarang, bisa jadi kamu yang lain. Aku mencintaimu bukan karena nama. #awidayanti #eeaaa #senja #gunungbuthak #ngadirenggo
Gunung Buthak Mungkin kurang hits ya, tapi cukup menantang. Informasi fisik yang lebih valid silahkan kalian googling aja.
Kemarin kami naik via Sirah Kencong, Blitar. Perjalanan kesana ± 80 menit dari Blitar. Belum ada Basecamp pendakian, jadi untuk registasi bisa dilakukan di loket wisata Sirah Kencong, kemarin kami bertiga-2 motor, dikenai biaya Rp 20.000,00.
Trek dari Sirah Kencong ini terasa masih sangat alami. Sangat sedikit sampah yang berserakan di sepanjang jalur. Jalannya masih rapat dan sedikit banyak tertutup oleh tanaman-tanaman yang rimbun. Treknya dimulai dengan tenang kemudian menanjak tak kenal aturan. Trek yang kurang lebih sama seperti Cikuray via Pemancar atau Merbabu via Suwanting. Sangat cocok untuk menguji ketahanan dan kesabaran. Keterangan 'Pos…" hanya ada di Pos 1 & 2. Di pos 3 keterangannya diukir di pohon, di pos 4 sudah tinggal separuh papan penanda pos-nya, di pos 5 tidak ada papan penandanya (tapi pos 5 cukup jelas karena lebar dan datar). Puncaknya berupa dataran yang cukup luas, kurang lebih seperti Penanggungan via Jolotundo (seberangnya Penanggungan via Tamiajeng).
Di puncak, ketika malam, terlihat pemandangan lampu kota di sekitarnya (Blitar & Batu). Gunung Kelud yang lancip terlihat kerdil dari sana. Sosok (Gunung) Arjuna membawa kembali kenangan akan hangatnya pagi di puncaknya. Dan yang tergagah, menjulang terlilit awan, Mahameru –Puncak Semeru, atap Jawa, impian tiap pendaki untuk bisa menginjakkan kakinya disana. Dan menunduklah sedikit untuk ketenangan yang konkrit, sabana Buthak via Batu akan membuat gatal kakimu untuk turun dan berlarian kecil disitu.
Hanya satu yang disayangkan ketika mendaki Buthak via Sirah Kencong. Ada 'coretan' penanda jalur (dari cat semprot berwana putih) yang cukup menganggu, dan sebenarnya itu tidak terlalu penting. Kalo menurutku lebih mengarah pada vandal. Aku lebih mengapresiasi tanda jejak berupa plastik bekas makanan atau label minuman yang diikat di tanaman. Ini, kalo kita berpikir positif, termasuk praktik reuse. Mungkin niatnya baik, memberikan petunjuk jalan supaya pendaki lain lebih dimudahkan dan meminimalisir resiko kesasar. Tapi caranya tidak benar. Menurutku.
Aku selalu ingat kutipan dari film ke-2 di omnibus K Vs K / Kita Vs Korupsi yang berjudul 'Aku Padamu' (dan ini yang ngomong Nicholas Saputra):
"If you wanna do right thing, let's do it right way."
Yah, walaupun sebenarnya beda konteks, tapi aku pikir kutipan tersebut tetep masuklah, cukup universal untuk kasus "cara yang tidak baik untuk hal yang (niatnya) baik" :)))
Oiya kami juga janjian dengan Ghanang cs, yang naik via Batu, untuk camp di Sabana. Tapi akhirnya yang dari Sirah Kencong memutuskan untuk camp di puncak saja. Dan untungnya, keesok paginya ketika kami mulai packing untuk turun, Ghanang cs naik, dan kita sempat bertemu sebentar untuk sekedar berbagi keceriaan.
"Kita sama-sama terjebak dalam cuaca indah yang biru oleh lautan awan dan hijau oleh hamparan rumput. Akankah kau beranjak?" At Sabana Mt. Buthak #folkindonesia #exploremalang #gunungbuthak (at Gunung Butak)
One Month [Part 1] Dedicated to my happy feet, 09 Agustus-09 September 2016 Perjalanan panjang untuk #siKAKILAMBAT dalam 1 bulan belakang. Entah ķemana ia melangkah dan berjalan. Perjalanan yang tadinya tanpa terencana, hampir saja batal karena 6 menit. Memutuskan #hitchhiking pun gagal dengan alasan #kacangmerah yang mendadak muncul. Berawal dari bangku 2-2 si Jaka Tingkir, saya memulai perjalanan kembali, layaknya tahun 2012 dan 2013 lalu. Yeap, perjalanan ini sudah pernah terjadi dengan kurun waktu yang sama, 1 bulan. Yang membedakan adalah laut, dan kini darat. Darat, kereta, bus dan kapal laut. Mungkin ini perjalanan sepertiga lengkap kendaraan, minus udara. Tanpa persiapan akan selama ini, saya berjalan mengikuti alur yang terjadi. Keinginan kuat adalah menjelajahi gunung-gunung di Jawa Timur. Hhhahaha ya apa daya rek, sepatu gunung saya nganga tanpa ampun!! Jekpot parah! Dan seperti biasa, keberuntungan kali ini pun berpihak pada saya. Putus sambung bukan hanya terjadi dalam hubungan antar manusia, tetapi lebih dari itu, bagaimana dalam 'masa perjalanan'. Biasanya orang akan melihat, apa yang saya lakukan menyenangkan. Berjalan-jalan, ngga perlu ke kantor, ngga perlu repot memikirkan ini itu, atau sesuka hati mau pulang kapan. Benarkah? Seharusnya, bersyukurlah pada apa yang melekat dalam diri dan kehidupan kita. Janganlah menjadikan kehidupan orang lain menyenangkan, sementara mereka tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Sakit, susah, senang, semua melekat dalam perjalanan 1 bulan saya. So, don't judge by its cover, ngengs... Nikmatilah apa yang terjadi pada hari dan hidupmu. Jangan berkaca pada orang lain. Saya melakukan 1 bulan ini dengan berbagai klimaks yang terjadi. Ada, tiada, berisi, kosong, serta rezeki. Roda berputar, bukan? Demikian pun dalam roda perjalanan saya bertualang. Roda itu berlaku. ... NOT END *karakter ngga cukup . . . Location: Kebun bunga Gunung Buthak, Jawa Timur Credit by: @aycilll . . . #ceritasiKAKILAMBAT #ceritaEJIE #1bulan #journeys #ngayabterus #kelilingindonesia #memyself #goingeverywhere #gunungbuthak #malang #jawatimur #Indonesia